Kasus 6 Tersangka Penculikan yang Dilepas Polres Sumenep Semakin Memanas

20221024 111647 0000
Foto: Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti SH saat diwawancarai Detikzone dan Tim

SUMENEP, Detikzone.net – Kasus pelepasan 6 gerombolan penculik Sadis asal Bangkalan yang dijerat hukuman 12 tahun penjara yang kini dilepas Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur dengan berdalih Restorative Justice semakin memanas dan terancam bergulir di Polda Jatim . Senin, 24/10/2022.

Sebelumnya, Detikzone.net mendapat lampu hijau dari Pengamanan Internal
(Paminal ) Polda Jatim agar segera membuat Dumas.

“Kirim Dumas aja, biar nanti ditindaklanjuti Propam, Kalau saya tidak bisa turun secara pribadi kalau tidak ada dasar Dumas,” ujar sumber informasi yang ada di Pengamanan Internal (Paminal ) Polda Jatim saat dimintai tanggapannya terkait adanya dugaan ketidakberesan pelepasan 6 tersangka kasus penculikan dan penganiayaan yang sudah di RJ.

Baca Juga : Bukan Hutang Tapi Investasi, Korban Dikabarkan Trauma Pasca Diculik 6 Tersangka yang Dilepas Polres Sumenep

Sekedar diketahui bahwa pelepasan 6 tersangka kasus penculikan sadis yang sebelumnya diancam 12 tahun penjara tersebut menyiratkan kejanggalan.

Pelepasan tersebut terkuak setelah Detikzone.net menunggu proses pelimpahan berkas dari kepolisian ke Kejaksaan, namun tidak kunjung ada pelimpahan.

Adanya kecurigaan tersebut, kemudian dilanjutkan konfirmasi kepada Humas Polres Sumenep dan Kanit Idik III Satreskrim Polres Sumenep, namun keduanya justru menyuruh media agar langsung tanya ke korban.

“Sudah tanya korban belum,” kata AKP Widiarti.

“Silahkan tanya sama korban
kan sampeyan orangnya,” Jawab Ipda Sirat singkat.

Kemudian, Detikzone.net melakukan Turlap ke desa Lapa Laok untuk bertemu dengan korban, namun tidak bisa ditemui, hanya saja ditemui salah satu keluarganya.

“Orangnya tidak ada mas, tidak tahu kemana,” jawab keluarga korban. 20/10.

Terkait hutang piutang, pihaknya memberikan klarifikasi bahwa bukan hutang.

“Bukan hutang piutang mas, tapi investasi, kan sama sama rugi,” jelasnya.

Kemudian tokoh masyarakat yang masih keluarga korban menyatakan bahwa Sukki masih mengalmi trauma.

“Sukki (45) masih mengalami trauma sejak kejadian itu, apalagi ada mobil kesana,” jelas keluarga korban.

Detikzone net melanjutkan investigasi ke rumah Kades Imam Ghazali namun pihaknya dikatakan keluar oleh keluarga korban walaupun mobilnya terparkir.

“Keluar mas tidak tahu kemana,” jawab perempuan berkacamata.

Sebelumnya, Detikzone melakukan upaya konfirmasi melalui telepon dan WhatsApp kepada Kades yang sempat berpolemik terkait dugaan ijazah Palsu ini.

Imam Ghazali mengaku tidak terima atas pelepasan 6 tersangka itu

“Sebetulnya tidak terima waktu itu, tapi kalau korban mau, ya gimana lagi,” tutur Imam Ghazali saat ditanya

Bahkan dirinya kebingungan saat ditanya program Restorative Justice.

“Ye tak tao enje’ ( Ya tidak tahu). Intinya begini, yang bersangkutan sudah damai dan difasilitasi oleh Kapolres. Pernyataannya itu cuma cabut berkas antara kedua belah pihak itu damai dan disaksikan oleh tokoh masyarakat,” ungkap Kades Imam Ghazali.

Senin, 24/10, Detikzone.net melakukan konfirmasi lanjutan terkait dugaan ketidakberesan proses pelepasan 6 tersangka warga Bangkalan yang diancam 12 tahun penjara karena dilakukan Restorative justice.

Saat ditanya terkait kategori tindak pidana kejahatan seperti apa dan maksimal ancaman hukumannya, pihaknya bingung menjelaskan.

“Kita karena ada petunjuk dari atas itu  terkait untuk Restorative justice. kalau kategori  itu contohnya kayak kasus masalah anak anak, itu gak boleh. Karena ada pidana yang luar biasa yang mengakibatkan anak itu mengalami trauma luar biasa,” ujarnya kebingungan.

Ketika disinggung apakah korban tidak mengalami trauma, Humas Polres Sumenep menyatakan bahwa harus dilihat kebelakangnya.

“Coba itu harus dilihat ke belakangnya, cerita awalnya seperti apa kok bisa terjadi seperti itu. Sampean jangan baper karena ada rasa sakit hati, ada tanda kutip sesuatu,” bebernya.

Silahkan di cek , jika ada penyidik saya di Polres Sumenep Sampek ada uang uang, silahkan di cek.

“Kalau memang ada keterlibatan anggota, silahkan Laporkan ke Propam. Kami tidak takut dengan kritik, kita tidak takut ini,” pungkasnya.

Ditanya selektifnya Restorative Justice ini seperti apa , Humas Polres Sumenep justru mengungkapkan sudah dilakukan gelar perkara.

“Ada lah mas itu selektifnya,” terangnya.

“Gini aja lah mas, sampean masuk investigasi dari luar kan, silahkan cek lagi kordinasi dengan Korban dan tersangka bahkan kepala Desa,” tambahnya.

Widi tidak bisa menjelaskan secara rinci dan langsung saat diwawancarai, pihaknya berjanji akan mengirim melalui WhatsApp.

“Nanti akan saya kirim ke WhatsApp,” tandasnya.

 

Tinggalkan Balasan