Dilepasnya 6 Tersangka Penculikan Sadis, Polres Sumenep Semakin Tunjukkan Keanehan

20221024 183828 0000 e1666611576929
Foto: Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti SH saat diwawancarai oleh Detikzone.net

Sumenep, Detikzone.net- Keanehan dan kejanggalan dilepaskannya 6 tersangka kasus penculikan disertai penganiayaan yang dijerat ancaman maksimal 12 tahun penjara asal Kabupaten Bangkalan semakin ditunjukkan oleh Polres Sumenep. Pasalnya, Kasi Humas Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur AKP Widiarti, SH menganjurkan wartawan untuk melakukan koordinasi kembali dengan Kepala Desa Lapa Laok dan korban kejahatan penculikan bernama Sukki (45). Senin, 24/10/2022.

Gini aja lah mas, sampean masuk investigasi dari luar kan. Lebih jelasnya wes, sampean cek lagi koordinasi dengan Korban maupun tersangka termasuk dengan kepala Desa,” ujar Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, SH saat dikonfirmasi .

Bahkan, Polwan senior Polres Sumenep ini menyebut agar Jurnalis investigasi Detikzone.net yang menggali informasi aktual untuk tidak Baper.

Sampean jangan Baper (bawa perasaan) karena ada rasa sakit hati, ada tanda kutip sesuatu,” tutur Humas kebanggan Polres Sumenep ini.

Terkait kasus yang di Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, pihaknya sudah menjelaskan bahwa sudah di RJ.

Sudah di RJ dan sudah dilakukan gelar perkara,” jelasnya.

AKP Widiarti juga menambahkan,
bahwa sudah ada perintah dari atas mengenai Restorative Justice.

Kita karena ada petunjuk dari atas terkait untuk Restorative justice,” imbuhnya. 

Ditanya selektifitas dan kategori pidana seperti apa yang boleh digelar Restorative Justice,  Humas Polres Sumenep tidak bisa menjawab secara detail.

Terkait kategori itu contohnya kayak kasus masalah anak anak, itu gak boleh. Karena ada pidana yang luar biasa yang mengakibatkan anak itu mengalami trauma luar biasa,” ucap AKP Widi.

Baca Juga : Diancam 12 Tahun Penjara, Tersangka Penculikan Asal Bangkalan Dilepas

Baca Juga : Brutal, Korban Penculikan di Lapa Laok Dianiaya Hingga Diancam Dibunuh

Baca Juga : 6 Tersangka Penculikan Dilepas Polres Sumenep, Kades Lapa Laok Kecewa dan Tak Paham RJ

Baca Juga : Kasus 6 Tersangka Penculikan yang Dilepas Polres Sumenep Semakin Memanas

Disinggung, apakah Sukki (45) korban kejahatan dari 6 gerombolan penculik asal Bangkalan tidak mengalami hal serupa, Kasi Humas Polres terkesan menjawab kebingungan.

Coba, itu harus dilihat ke belakangnya, cerita awalnya seperti apa kok bisa terjadi seperti itu,” terangnya.

Secara gamblang, Widi pun memastikan bahwa tidak takut dengan kritik bahkan meminta jika ada anggotanya yang melanggar untuk melaporkan ke Propam.

Silahkan di cek. Jika ada penyidik saya di Polres Sumenep sampek ada uang uang. Silahkan di cek kalau memang ada keterlibatan anggota, silahkan Laporkan ke Propam. Kami tidak takut dengan kritik,” pungkas AKP Widi.

Baca Juga : Brutal, Korban Penculikan di Lapa Laok Dianiaya Hingga Diancam Dibunuh

Baca Juga : Libatkan TNI dan Heboh Saat Penangkapan, 6 Tersangka Penculikan Dilepas Polres Sumenep

Baca Juga : Bukan Hutang Tapi Investasi, Korban Dikabarkan Trauma Pasca Diculik 6 Tersangka yang Dilepas Polres Sumenep

Baca Juga : 6 Tersangka Penculikan di RJ Polres Sumenep, Kades Menganggap Pelakunya Masih Ada di Penjara

Terkait detailnya aturan Restorative Justice, Widi berjanji akan mengirim melalui WhatsApp.

Nanti saya kirim melalui WhatsApp,” janjinya.

Sementara itu, Pengamanan Internal
(Paminal ) Polda Jatim menganjurkan Detikzone.net agar segera membuat Dumas.

Kirim Dumas aja, biar nanti ditindaklanjuti Propam, Kalau saya tidak bisa turun secara pribadi kalau tidak ada dasar Dumas,” ujar sumber informasi yang ada di Pengamanan Internal (Paminal ) Polda Jatim saat dimintai tanggapannya terkait adanya dugaan ketidakberesan pelepasan 6 tersangka kasus penculikan dan penganiayaan yang sudah di RJ.

Berkaitan dengan dilepasnya 6 tersangka kasus tindak kejahatan luar biasa itu, Kades Lapa Laok berdalih tidak sama dengan desa lain karena dirinya tidak berkutik.

Desa Lapa Laok memang beda dengan desa lain. Saya hampir tak bisa berkutik, sekali lagi Mohon maaf saya harus patuh pada keputusan yang sepuh,” dalihnya.

Dirinya pun tidak terima terkait pelepasan 6 tersangka tersebut. “Sebetulnya tidak terima waktu itu, tapi kalau korban mau, ya gimana lagi,” sambungnya.

Tidak hanya itu, Imam Ghazali juga kebingungan saat ditanya program Restorative Justice saat dikonfirmasi.

Ye tak tao enje’ ( Ya tidak tahu). Intinya begini, yang bersangkutan sudah damai dan difasilitasi oleh Kapolres. Pernyataannya itu cuma cabut berkas antara kedua belah pihak itu damai dan disaksikan oleh tokoh masyarakat,” ungkap Kades Imam Ghazali. 19/10.

Pihaknya mengira ke 6 pelaku penculikan ada di jeruji besi. “Ya mungkin,” tandasnya.

Adanya dugaan ketidak beresan terkait pelepasan tersebut Detikzone.net dan tim Turlap ke rumah Korban, namun tidak berhasil bertemu dengan korban yang rumahnya dipenuhi CCTV terebut.

Bapak keluar mas, tidak tahu kemana. Mengenai Hutang yang disebutkan itu bukanlah hutang akan tetapi investasi kan sama sama rugi,” jelas keluarga korban.

Sumber informasi yang lain yang masih keluarga korban juga menambahkan bahwa korban masih trauma pasca kejadian penculikan. “Korban ini masih trauma pasca kasus penculikan tersebut. Apalagi jika kesana pakai mobil,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan