Peringatan Hari Santri Nasional 2022 di Alun-alun Sangkapura Berjalan Khidmat

20221022 133800 0000

Sangkapura, Detikzone.net – Ratusan santri dari berbagai pondok pesantren mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional 2022 di Alun-alun Sangkapura.

Kegiatan tersebut jug dihadiri oleh Forkopimcam Sangkapura, Pengurus MWC NU Sangkapura, MWC NU Lebak, Tokoh Agama dan Masyarakat serta para undangan, Sabtu (22/10/2022). 08.00 WIB.

Para santri pria tampak mengenakan sarung dan peci seperti imbauan Kementerian Agama melalui Surat Edaran Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Santri 2022, yang antara lain menyebutkan bahwa peserta pria harus memakai sarung dan peci selama upacara.

20221022 133829 0000

Upacara Peringatan Hari Santri 2022 bertema, “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”.

Sebelum Upacara Hari Santri Nasional digelar, serangkaian cara diisi dengan Penampilan Tarian dan Qasidah dari siswa MTs Umar Mas’ud Sangkapura.

Kiai Ali Azhar selaku Pembina upacara menyampaikan, amanat dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bertepatan dengan Peringatan 70 tahun Resolusi Jihad, Pemerintah memberikan pengakuan peran penting perjuangan para ulama dengan menjadikan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Apresiasi ini disampaikan di Masjid Istiqlal yang dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tertanggal 15 Oktober 2015.

“Tentu, penepatan dari Pemerintah Indonesia ini patut kita syukuri sebagai momentun untuk mengenang dan menghormati jasa perjuangan para pahlawan, seperti KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan, H.O.S Cokroaminoto, Tengku Fakinah, Maria Josephine Walanda Maramis, dan Pahlawan-pahlawan lainnya yang ikut berjuang sejak zaman pra revolusi kemerdekaan,” ucapnya.

Menurutnya, Hari Santri adalah peringatan jasa dan keteladanan para pahlawan secara umum, yakni sebagai momentun mengenang Kepahlawanan Segenap Bangsa Indonesia, bukan hanya satu kelompok tertentu saja.

“Hari Santri ini tidak boleh dijadikan alasan oleh kelompok manapun pada generasi saat ini untuk menuntut balas jasa, tidak oleh Nahdlatul Ulama ataupun Pesantren. Tugas generasi saat ini, mesti tidak turut serta berjuang bertaruh nyawa untuk negara dan bangsa Indonesia, namun bisa mensyukuri kemerdekaan dan mengenang jasa para pahlawan dengan membulatkan tekad untuk meneladani perjuangan mereka sesuai momentum yang dihadapi. Selain itu kewajiban generasi di saat ini untuk mendukung penuh Pemerintah Indonesia dalam kancah global dan membangun Negara Indonesia yang sama-sama kita cintai,” tutup Ali Asyhar.

Ketua Panitia Penyelenggara Hari Santri Nasional, H. Abdurrahman menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh panitia pelaksana yang sudah mengorbankan waktu dan tenaganya untuk sukseskan kegiatan Apel Akbar ini.

“Dalam momentum ini, perlu pula meneladani semangat cinta tanah air dengan terus memupuk rasa nasionalisme,” kata Abdurrahman.

Tinggalkan Balasan