Kiai Muhammad Fauzi Buka Lomba Pidato Antar Santri se-Bawean

20221016 184554 0000

Bawean, Detikzone.net – Kiai Muhammad Fauzi, Ketua PCNU Bawean, secara resmi membuka Lomba Pidato antara santri yang diikuti oleh 23 pesantren se-Bawean, Minggu (16/10/2022).

Kegiatan ini sebagai salah satu dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2022 yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bawean, yang bertempat di Pondok Pesantren Tsamratul Afkar, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura.

“Tujuan lomba pidato ini digelar adalah untuk silaturahmi antar santri dari berbagai pondok pesantren di Pulau Bawean dan juga antar Kiai. Jadi supaya kita lebih akrab dan terjalin silaturahim diantara kita,” ungkap Kiai Fauzi, dalam sambutannya saat membuka kegiatan ini.

Selain itu, ia juga menginginkan agar lomba pidato yang diikuti oleh 63 peserta se-Bawean ini, bisa menjadi penyemangat bagi santri. Yang kemudian bisa melahirkan pendakwah yang mampu menegakkan Islam Ahlussunah Wal Jama’ah.

“Disamping itu, tujuan adanya lomba ini yaitu agar bisa melahirkan da’i-da’i para penegak Islam ahlussunah wal jamaah. Karena kita tau hari ini para Kiai-kiai sesepuh kita satu persatu sudah dipanggil oleh Allah SWT. Sementara yang muda masih belum siap untuk menggantikan. Maka itu, lomba semacam ini penting untuk dilaksanakan”, harapnya

“Atas nama PCNU Bawean, kepada perserta lomba saya ucapkan selamat berlomba dimana kegiatan ini salah satu rangkaian dari peringatan HSN 2022 yang digelar oleh PCNU Bawean.

Kiai Fauzi, juga berharap agar para peserta lomba tidak tengang. Karena menurutnya yang paling penting untuk diusia santri adalah keberanian.

“Untuk para santri yang ikut lomba jangan terlalu tegang, slow dan santai saja. Karena semua peserta pasti ikut lomba walaupun tidak akan menang semua. Maka itu, secara mental harus siap menerima kekalahan. Karena untuk menerima kemenangan pasti siap semua. Jadi, yang penting berani tampil”, jelasnya.

Ia menekankan, soal netralitas penilaian dalam lomba ini sudah diperhitungkan lebih jauh oleh panitia, demi menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Panitia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk kegiatan lomba ini dengan menegakkan netralitas. Salah satu upayanya, yaitu peserta lomba tidak boleh menunjukkan identitas, baik loga maupun menyebutkan utusan pesantren, sehingga juri diharapkan juga benar-benar objektif dalam menilai”, terangnya.

Tinggalkan Balasan