Tak Terima Bisnis BBMnya Disorot, Warga Marengan Daya Minta Tim Investigasi Bersurat

IMG 20221015 103412

SUMENEP, Detikzone.net- Dikonfirmasi terkait dugaan melakukan penimbunan bahan bakar minyak bersubsidi (BBM), inisial T, warga desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep menanyakan kapasitas tim investigasi yang terdiri dari wartawan dan LSM. Sabtu, 15/10.

Lucunya, pria yang berusia cukup udzur tersebut akan menjawab segala pertanyaan jika melalui surat.

“Kalau anda ini dari instansi kami harus menjawab, maka minimal harus ada semacam surat,” tutupnya.

IMG 20221014 233219

Bahkan, terduga pelaku penimbunan BBM bersubsidi tersebut mempersoalkan kapasitas tim investigasi karena bukan penyidik dari kepolisian.

Pernyataannya pria yang pada saat itu tempat parkiran mobilnya dipenuhi oleh puluhan jerigen sempat memantik polemik hingga bersitegang.

“Kaule neka repot, tak ajeweb repot, ajeweb kapasitas sampeyan neka Napa? ( Saya ini repot, tidak menjawab repot, menjawab kapasitas anda ini apa ),” ujarnya. Jum’at 14/10 sore.

Dirinya juga keberatan jika tim investigasi dimintai keterangan lebih aktual.

Baca JugaDirkrimsus Polda Sulsel Terkesan Mau Ngelawak, Owner Kosmetik Ilegal Disebut Bandar Ayam

Baca Juga Warga Marengan Daya Diduga Menimbun BBM Bersubsidi Jenis Pertalite

Tanpa ragu pria udzur tersebut menyatakan, BBM jenis pertalite ia beli dari beberapa SPBU yang ada di Kabupaten Sumenep.

Sekedar diketahui, Sanksi hukum terhadap usaha ilegal saat melakukan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi diancam 6 (enam) tahun penjara dan denda maksimal Rp 60 milyar.

Hal tersebut sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah No.22 tahun 2001 pasal 55 tentang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi.

Baca Juga Sekjen PDIP Hadiri Pameran Keris, Bupati Fauzi Optimis Bangkitkan Perekonomian

Baca Juga Sambut Hari Jadi ke-753, Pemkab Sumenep Gelar Pameran Keris

Berkenan dengan kasus yang sudah menjadi atensi Presiden dan Kapolri  terkait BBM, Tim investigasi akan terus melakukan penelusuran lebih dalam terhadap oknum pengusaha yang diduga menyalahi aturan tersebut hingga menjadi bidikan aparat Penegak Hukum untuk dilakukan Lidik bahkan penindakan.

Tim investigasi juga akan melakukan upaya intensif terkait ijin angkutan yang dipergunakan bahkan akan melaporkan pengusahaa inisial T tersebut ke Aparat Penegak Hukum.

Tinggalkan Balasan