Menarik, Fatayat NU Bawean Peringati Maulid Dengan Suguhan Khas

20221015 000921 0000

Bawean, Detikzone.net – Rasulullah SAW sebagai sosok suri tauladan bagi seluruh umat manusia, yang kelahirannya selalu diperingati setiap tahunnya oleh mayoritas umat muslim sedunia dari berbagai elemen dan tingkatan. Tak terkecuali pengurus Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Bawean. Kegiatan peringatan maulid nabi yang bertempat di Cafe Pantai Kerong Mombhul, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik ini, dikemas dengan angkatan atau suguhan khas Bawean, Jum’at (14/10/2022).

“Alhamdulillah, peringatan maulid nabi yang digelar oleh Fatayat NU Bawean tahun ini berjalan dengan lancar. Menariknya, kegiatan peringatan maulid nabi kali ini, Fatayat NU Bawean memperkenalkan berbagai suguhan makanan khas Bawean. Seperti Rangginang, Gugudhu, Dodol dan Gula Aren”, ungkap Rafi’ah, Ketua PC Fatayat NU Bawean.

20221015 000950 0000

Selain itu, angkatan atau suguhan yang dibawa dari rumah oleh masing-masing seluruh pengurus dan anggota Fatayat se-Bawean ini, menggunakan wadah yang terbuat dari anyaman bambu. Sementara orang Bawean sendiri menyebutnya ‘Ceppo’. Setelah usai kegiatan, angkatan ini ditukar dengan milik orang lain berdasarkan nomor undian yang didapat, yang sebelumnya sudah diatur oleh panitia.

“Kegiatan peringatan maulid nabi yang di konsep ala Bawean ini, salah satunya bertujuan agar terus bisa mempertahankan budaya molod Bawean. Utamanya dalam segi angkatan atau suguhannya,” terangnya.

Sementara, Kiai Muhammad Fauzi, dalam ceramahnya menyampaikan, bahwa maulid ini juga bisa dihubungkan dengan eksistensi organisasi Fatayat. Ia mengandaikan, seperti halnya KH Hasyim Asy’ari yang mendirikan NU, yaitu salah satu tujuannya untuk melayani umat (Umat Rasulullah).

“Dalilnya, seseorang yang paling dicintai oleh Rasulullah Saw yaitu orang yang mampu melayani umatnya Rasulullah Muhammad Saw secara dzahir dan batin. Semoga kita termasuk diantaranya,” jelasnya.

Kemudian ia menjelaskan, NU sebagai pengawal tradisi. Menurutnya, tradisi perayaan maulid nabi yang sudah berlangsung dari sejak dulu di Pulau Bawean ini harus dipertahankan.

“Maulid sebagai tradisi, maksudnya kemasan yang ada di dalamnya bukan maulid-nya. Maka NU lahir diantaranya adalah untuk pengawal tradisi. Seperti kegiatan sekarang ini harus kita pertahankan. Bahkan tradisi maulid ala Bawean tetap dipertahankan oleh Warga Bawean yang sudah berpenduduk diberbagai daerah,” harapnya.

Tinggalkan Balasan