Dirkrimsus Polda Sulsel Terkesan Mau Ngelawak, Owner Kosmetik Ilegal Disebut Bandar Ayam

20221015 092538 0000
Foto: Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf

Makassar, Detikzone.net- Dirkrimsus polda Sulsel diduga tidak serius dalam menangani kosmetik ilegal AF Cream yang sampai saat ini masih beredar di masyarakat. Sabtu, 15/10/2022.

Pasalnya, Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, saat dikonfirmasi terkini mengenai tindak lanjut adanya Kosmetik Ilegal AF Cream , pihaknya terkesan mau ngelawak dan menyatakan bahwa owner AF Cream  hanya bandar ayam.

“Sudah di telepon, katanya bandar ayam,” jawabnya saat dikonfirmasi Detikzone melalui WhatsApp.  13/10.

Sebelumnya, pewarta media ini sudah memberikan nomor HP owner AF Cream agar mempermudah melakukan penyelidikan dengan cara cara kepolisian. Bahkan, Dirkrimsus berjanji cek lokasi.

Baca Juga : Terkait Kosmetik Racikan AF Cream, Dokter SRI Katakan Berbahaya

Baca JugaKosmetik Racikan Terus Disorot, Owner AF Cream Himbau Pewarta Temui Humasnya yang Jadi Wartawan

20221015 095907 0000
Foto: Staf BPOM kota Makassar (kiri) , Pewarta investigasi Detikzone.net, Enno (kanan)

Berkaitan dengan itu, Kepala Balai Badan pengawas obat dan makanan (BPOM) kota Makassar saat dikonfirmasi di ruang kerjanya melalui Arman menyatakan, kosmeti yang tidak berBPOM kami anggap berbahaya ilegal.

“Kami minta data -data nya dan akan segera menelusuri untuk mengambil sample. Jika terbukti akan dilakukan tindakan,” tegasnya.

“Kami harapkan kepada rekan rekan media jika mendapat kan hal seperti ini mohon dilaporkan ke kami,” imbuhnya.

Baca Juga Kosmetik AF Cream Racikan Tanpa Ijin Edar BPOM, APH Tutup Mata

Baca JugaKosmetik AF Cream Racikan Ilegal Beredar, Dirkrimsus Polda Sulsel Janji Cek Lokasi

Sementara, Abhel, selaku owner AF Cream, saat dikonfirmasi terkait ijin edar BPOM tanpa ragu menyatakan bahwa produk usahanya itu ada yang memiliki ijin edar BPOM dan juga ada yang racikan dengan merek yang sama.

Disinggung apakah bisnisnya itu menyalahi aturan atau tidak, Abhel mengatakan tidak tahu.

“Saya tidak tahu,” tuturnya.

Bahkan dengan jumawanya meminta kepada pewarta untuk menanyakan  kepada HUMAsnya yang yang diakuinya sebagai wartawan disertai nomor  telepon dan foto profil si wartawan.

Tinggalkan Balasan