Ketua Dewas Pegadaian Syari’ah Puji Kualitas Sarung Tenun Pamekasan

20221014 153214 0000

Pamekasan, Detikzone.net- Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam terima kunjungan Ketua Dewan Pengawas Pegadaian Syari’ah Pusat, KH. Cholil Nafis di Mandhapa Agung Ronggo Sukowati.

Dalam kunjungan tersebut pihaknya didampingi Pimpinan Wilayah Jawa Timur, Pimpinan Madura, dan rombongan dari Pegadaian Syari’ah Kabupaten Pamekasan.

Pihaknya memberikan pujian terhadap gaya kepemimpinan Bupati Pamekasan

Tidak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa Baddrut Tamam adalah sosok kharismatik yang  memiliki karakter kuat sebagai seorang Pemimpin.

“Selain memiliki gaya kepemimpinan yang pro rakyat, Bupati Baddrut Tamam  ini intertainment sekali, hal hal seperti ini penting sekali di zaman ini,” ujar Pengasuh Pesantren Cendikia Amanah, Jakarta tersebut.

Dirinya juga menyampaikan bahwa tujuannya  bersilaturrahmi dengan Bupati Pamekasan dan jajarannya dalam rangka menjalin kerja sama program antara pemerintah kabupaten (pemkab) dengan pegadaian syari’ah.

Sebab, banyak sekali program pegadaian berkebaruan yang perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.

“Di Pegadaian Syari’ah sekarang juga ada KUR (kredit usaha rakyat), anggarannya sebesar Rp 5,5 triliun untuk tahun ini. Kita juga punya tabungan emas, dan lain-lain,” ungkapnya.

Sementara, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengapresiasi program pegadaian syari’ah.

“Tentunya banyak sekali program yang dapat bekerja sama dengan program pemkab, salah satunya program sapu tangan biru (sepuluh ribu pengusaha baru) atau program wirausaha baru melalui strategi desa tematik yang telah berjalan dengan baik,” katanya

Menurutnya, Program sapu tangan biru memberikan pelatihan usaha gratis kepada masyarakat, memberikan modal dengan bunga satu persen, memberikan bantuan alat yang dananya bersumber dari corporate social responsibility (CSR) dan fasilitasi pemasaran.

“Nah, pegadaian syari’ah misalnya memiliki usaha binaan di desa-desa, silahkan. Karena tujuannya sama untuk kesejahteraan masyarakat, atau kerja sama lainnya,” terangnya.

Bupati visioner ini kemudian memperlihatkan sarung tenun produksi warga Pamekasan yang telah mengikuti pelatihan usaha tersebut. Karena menurutnya, Pamekasan harus mampu melihat pasar, tidak selalu menjadi pasar besar dari produk luar.

“Ini sarung hasil produksi kita, kami ingin perputaran uang masyarakat terjadi di Pamekasan, sehingga masyarakat sejahtera, ekonomi tumbuh dari bawah, merata dan berkeadilan melalui desa strategi desa tematik tersebut,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan