Jual BBM Diatas HET, Petugas SPBU 54.694.03 Patean Terancam Pidana 

20221012 120653 0000 e1665551590988

Sumenep, Detikzone.net – Jual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite di atas harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp10.500/liter, petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Patean, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep terancam di pidana. Rabu, 12/10/2022.

Aktivis dari Lembaga Penyelesaian Perkara Konsumen ( LPPK ), Hayyi Rolis menyatakan, pihaknya menemukan SPBU di Patean kecamatan Batuan, Sumenep, Madura, Jawa timur menjual BBM bersubsidi jenis pertalite di atas ketentuan yang berlaku.

“Dari hasil investigasi sementara, pihak SPBU menjual BBM bersubsidi Rp10.500/liter atau paling murah Rp10.100/liter dari harga yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp10.000/liter, sehingga SPBU dengan sengaja telah mengambil keuntungan penjualan BBM bersubsidi jenis pertalite sebesar Rp500 atau Rp100/liter kepada para spekulan atau para pengecer yang kemudian dijual kembali dengan harga di atas itu lagi,” katanya.

Menurut Ayienk, hal itu sudah melanggar Pasal 55 UU RI No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Jo Pasal 55 KUHPidana.

“Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp. 60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah) ,” jelasnya.

“Keduanya terancam pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar,” imbuh ayienk, aktivis LPPK.

Hngga saat ini, lanjut dia, pihaknya masih mau melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap manager SPBU Patean yang terdaftar dengan No. 54.694.03 untuk keterlibatannya dalam aktivitas menjual BBM bersubsidi kepada para pengepul yang membeli BBM itu untuk dijual kembali.

Sementara, pengawas SPBU Patean Ipul saat ditemui di lokasi SPBU,Selasa (11/10). membenarkan menjual BBM pertalite di atas HET namun tidak membenarkan terkait nominal yang dikeluarkan oleh narasumber terpercaya dari media Detikzone.net seharga Rp10.500.

Ia mengaku hanya menjual Rp10.100,- paling murah.

“Benar. Terkait informasi tersebut mas, namun bukan sebesar Rp10.500,- (sepuluh ribu lima ratus rupiah) melainkan Rp10.100 (sepuluh ribu seratus rupiah) paling murah” ujar Ipul pengawas SPBU Patean kepada Detikzone.net.

Tindakan tersebut dilakukan hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadinya setiap hari.

” Ya. Saya lakukan itu terro ollia ceperan tiap hari, hanya untuk makan ( Ya. Saya lakukan itu hanya ingin mendapatkan keuntungan setiap hari hanya untuk makan) ,” tutupnya.

Demi mengungkap fakta lebih dalam, Detikzone.net bersama tim akan melakukan penelusuran dan investigasi terkait ijin angkutan para pengepul yang mengangkut BBM di SPBU tersebut.

 

 

Tinggalkan Balasan