6 Hari Giat Intensif, Satpol PP Sumenep dan Bea Cukai Sita 2.551 Bungkus Rokok Ilegal

20221003 225548 0000 1

SUMENEP, Detikzone.net- Intensifkan operasi bersama terkait peredaran rokok ilegal tanpa cukai selama enam hari , Satuan Polisi Pamung Praja (Satpol PP) dan Tim gabungan yang terdiri dari Bea Cukai Pamekasan, anggota Polres Sumenep, Kodim 0827/Sumenep, SUB Denpom, DPMPTSP dan Naker, Diskop UKM dan Perindag, Bagian Perekonomian Setdakab dan Bagian Hukum Kabupaten Sumenep sukses menyita puluhan rokok Ilegal berbagai merek.

“Selama 6 hari, capaian kegiatan operasi bersama peredaran rokok ilegal didapatkan barang bukti sebanyak 47 merek rokok ilegal dan 2.551 bungkus rokok atau sebanyak 50.680 batang rokok ilegal tanpa cukai,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Kabupaten Sumenep,
Drs Ach Laili Mulidy, M.Si, Senin, 03/10/2022.

20221003 194421 0000

Pihaknya mengatakan, operasi bersama tersebut terhitung dari tanggal 21-22 September dan dilanjutkan pada tanggal 24 hingga 29 September 2022.

“Kami intensifkan kegiatan ini karena begitu masifnya peredaran rokok ilegal di pasaran,” tutur Kasatpol PP Kabupaten Sumenep.

 

Menurutnya, Rokok ilegal tanpa cukai tersebut ia temukan di berbagai tempat yang menjadi sasaran operasi.

“Paling banyak kita dapatkan barang bukti rokok ilegal tersebut di sejumlah toko distributor,” kata pria pengagum Gusdur ini.

Selama enam hari tersebut, lanjut dia, Pihaknya bersama Tim Gabungan memulai kegiatan dari pagi hingga sore.

“Selama enam hari tersebut, kita bersama bea cukai dan tim gabungan melakukan start dari pagi hingga sore hari,” sambungnya.

Picsart 22 09 27 07 42 28 064

Setelah kegiatan operasi bersama selesai pada tanggal 29 September 2022, pihaknya memastikan kegiatan dalam mengedukasi masyarakat tentang bahayanya Rokok ilegal tersebut terus berlanjut.

“Rangkaian kegiatan dari alokasi Dana Bagi hasil Cukai Hasil Tembkau (DBHCHT) Kabupaten Sumenep tersebut tidak hanya berhenti pada kegiatan Pengumpulan informasi dan operasi bersama. Karena kami juga melakukan kegiatan talk show melalui radio dan salah satu media elektronik yang ada di Jatim,” tuturnya

“Selanjutnya tinggal kegiatan sosialisasi tatap muka dengan video tron sebagai wujud edukasi kepada masyarakat luas bahwa rokok ilegal tanpa cukai memang dilarang dan bisa dijerat dengan hukum pidana,” pungkasnya .

Tinggalkan Balasan