Didemo, Bupati Pamekasan Tunjukkan Sikap Legowo dan Tak Alergi Kritik

Foto: Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat menyampaikan argumentasinya mengenai kritikan yang dilontarkan oleh peserta aksi.

PAMEKASAN, Detikzone.net- Temui Para demonstrasi dengan sikap  menyejukkan dan legowo, Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, H. Baddrut Tamam terus mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Jumat, 30/09/2022.

Pasalnya, tidak semua Kepala Daerah mampu menemui dan berhadapan langsung dengan para peserta aksi demonstrasi.

Apalagi menunjukkan sikap yang dinilai memberikan keteladanan akhlak ditengah kritikan yang dilontarkan saat aksi demonstrasi berlangsung.

Bahkan tanpa canggung dan penuh ketenangan, Bupati yang memiliki sederet prestasi ini mempersilahkan para pendemo untuk mengritik dan mencacinya.

Baca Juga : Temui Demonstran Secara Kesatria, Sikap Humanis Bupati Pamekasan Dipuji

Karena menurutnya, tidak ada yang lebih terhormat dari yang lain, semuanya adalah sama.

“Saya tidak anti kritik dan saya bersedia ada di tempat ini karena tidak ada yang lebih terhormat dari kita, semuanya sama-sama terhormat. Sampaikan apa yang mau disampaikan, kritikannya pun juga harus disampaikan. Jika belum puas dan jika ingin membully silahkan, akan saya dengarkan,” ujar Bupati Pamekasan, H. Baddrut Tamam. Kamis, 29/09.

Dengan legowo, tokoh inspiratif kaum Milenial ini menegaskan jika kinerjanya dinilai kurang baik maka dirinya siap untuk memperbaiki.

“Jika saya memang kurang baik dalam bekerja dan kurang maksimal, maka akan saya perbaiki. Yang penting sampaikan semuanya dan saya akan catat seluruh pendapat, kritik juga saran. Dan saya akan melakukan evaluasi di pemerintahan,” tutupnya.

Di lain kesempatan, saat Detikzone.net melakukan komunikasi melalui telepon pribadinya, Tokoh muda Nahdlatul Ulama ini menuturkan bahwa seorang pemimpin harus siap dengan segala kritik.

“Tentunya, seorang pemimpin harus bisa menunjukkan keteladanan akhlak bagaimanapun keadaannya,” kata Bupati H. Baddrut Tamam.

Kata Bupati, sebagai kepala Daerah, dirinya tidak pernah menjadikan jabatan tersebut sebagai kebanggaan, namun sebagai alat pengabdian untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara.

“Karena jabatan adalah amanah, maka saya menjadikan jabatan ini sebagai wadah perjuangan dan pengabdian untuk melakukan transformasi perubahan yang lebih baik untuk Kabupaten Pamekasan,” ungkapnya.

Kendati demikian, lanjut pengagum Ir. Soekarno ini, tidak semua perjuangan dan pengabdian akan bernilai positif.

“Rumah tangga saja bisa dikritik oleh istri, Apalagi menjadi kepala daerah. Kritik itu menjadi energi untuk mendorong sebuah kemajuan,” jelasnya.

Dengan jujur, mantan Aktivis PMII ini mengungkapkan bahwa untuk membuat Pamekasan Hebat tentunya butuh peran serta dari semua elemen dalam mengawal semua program program prioritas yang sudah berjalan.

“Karena kami sadar, kami tidak mampu membangun Pamekasan dengan kekuatan sendiri, butuh kekuatan kolektif dan kolaborasi dari semua kalangan,” ungkapnya.

Terakhir, Bupati menandaskan bahwa orang yang mengkritik itu sebagi wujud peduli dan sayang.

“Justru kalau orang mengkritik, artinya sayang. Tentunya semua masukan dan kritikan tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar bisa lebih baik lagi. Dan kami tetap membuka diri terhadap nasehat, kritik serta koreksi,” pungkas Bupati Pamekasan, H. Baddrut Tamam. Jumat, 30/09.

Tinggalkan Balasan