Fattah Jasin Minta Semua Elemen Maksimal Dukung Pengentasan Stunting

Pamekasan, Detikzone.net-  Wakil Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Fattah Jasin mengajak semua lapisan masyarakat untuk maksimal mendukung Pengentasan Stunting.

Menurutnya, pencegahan stunting itu bisa dilakukan mulai sebelum menikah dengan memperhatikan kesiapan alat reproduksi, kesehatan sperma bagi kaum pria, dan beberapa persiapan lain agar anaknya kelak tumbuh sehat.

“Oleh karena itu, rembuk-rembuk ini harus bisa menghasilkan siapa dan apa, tugasnya siapa, apa hasilnya, dan dimana tugasnya. Sehingga nanti hasilnya maksimal,” katanya saat acara rembuk stunting di Azana Hote beberapa waktu lalu.

Wabup menyampaikan, tim penggerak PKK memiliki kader hingga tingkat dusun yang dapat dimaksimalkan untuk penekanan angka stunting. Hanya saja, anggaran untuk PKK tahun 2022 cukup minim, tidak sampai Rp 100 juta.

Peran PKK, jelas Wabup, sangat penting dalam memberikan edukasi kepada ibu hamil, ibu menyusui dan masyarakat hingga akar rumput lainnya dengan beberapa programnya. Seperti bulan timbang, dan program lain yang memerlukan dana tidak sedikit.

“Stunting ini memang menjadi perhatian pemerintah, mulai pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten. Selain imunisasi, dan TBC (tubercolusis),” jelasnya.

Baca Juga : Tak Hanya Antrian dan Mobil Pengangkut BBM dengan Jerigen, SPBU Paberasan Diduga Terima Rekom Palsu

Baca JugaAdanya Dugaan Permainan di SPBU 54.694.07 Paberasan, Kapolres Sumenep Siap Monitor

Berdasarkan data dari pemerintah pusat, angka stunting di Pamekasan cukup tinggi, yakni mencapai hingga 38 persen, padahal temuan atau fakta dari petugas di lapangan angka stunting di daerahnya hanya sekitar 11 persen. Tentu, perlu penyelarasan data dengan pemerintah daerah perihal validasi data tersebut.

“Kalau rumusnya ingin mengurangi stunting, maka semua pihak harus bersama-sama. Pak camat, pak klebun, dan puskesmas harus punya data. Dari 38 persen ternyata di lapangan hanya 11 persen, nah yang 11 persen ini harus tahu by name by address-nya,” pintanya.

Katanya, validitas data itu penting agar anggaran yang disediakan pemerintah kabupaten bagi masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menekan angka stunting tepat sasaran. Hal itu akan berdampak pada kesuksesan percepatan penekanan angka stunting di Pamekasan.

“Masyarakat perlu tahu tentang gizi seimbang, selain makan nasi harus diimbangi juga dengan buah, sayur, lauk, dan lain-lain. Sehingga kita bebas dari stunting,” katanya.

Penulis: Roni Editor: Aufar

Tinggalkan Balasan