Uncategorized

Dianggap Tidak Sesuai, Inilah Keputusan Rapat Terkait Harga BBM di Bawean

1154
×

Dianggap Tidak Sesuai, Inilah Keputusan Rapat Terkait Harga BBM di Bawean

Sebarkan artikel ini
20220918 172003 0000

Bawean, Detikzone.net – Menindaklanjuti hasil audensi Mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) beberapa waktu lalu terkait harga BBM di Bawean yang tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, dengan itu Pemerintah di Bawean Forkopimcam Sangkapura dan Tambak, menggelar rapat koordinasi terkait pendistribusian BBM di Pulau Bawean.

Dengan pertimbangan dari berbagai pihak, maka forum menghasilkan kesepakatan sebagaimana berita acara yang dibacakan oleh moderator dalam pertemuan ini, Kemas Syaiful Rizal, atau Kasi Perekonomian Kecamatan Sangkapura, untuk harga Pertalite ditetapkan sampai ke konsumen seharga Rp12.000-12.500. Sedangkan untuk harga Solar ditetapkan sampai ke konsumen Rp10.000. Pertemuan berlangsung di Pendopo Kantor Kecamatan Sangkapura, Minggu (18/09/2022).

20220918 171923 0000

Abdul Halim, Ketua Kelompok SPBU se-Bawean, menjelaskan terkait harga Pertalite khususnya, dengan harga Rp12.500 sudah melalui pertimbangan dengan para agen di Bawean hingga ke penjual atau pengecer. Menurutnya, harga yang sebelumnya Rp9.500 itu berdasarkan kalkulasi operasional BBM hingga ke penjual dan berdasarkan kenaikan harga BBM saat ini.

“Saya harap diantara kita tidak ada kecurigaan, karena sebagian masyarakat hal yang demikian menganggap ada mafia yang bermain dengan harga BBM di Bawean. Sementara keputusan harga tersebut sudah kami perhitungan secara rinci dengan harapan tidak ada belah pihak antara masyarakat dengan pengusaha yang dirugikan”, ungkap Halim.

Dirinya juga menanggapi terkait harga solar di Bawean, dimana pemerintah menetapkan dengan harga Rp6.800, namun di Bawean dijual Rp12.000-13-000. Menurutnya hal ini terjadi karena adanya penjualan minyak solar ilegal yang dijual ditengah laut, disamping minyak solar itu memang langkah.

“Oleh karena itu, meski saya tidak mempunyai kewenangan secara kapasitas, kami akan mengusahakan berdasarkan kesepakatan Forkopimcam Sangkapura dan Tambak dengan berdasarkan jumlah kebutuhan yang ada seperti nelayan dan petani. Sementara stok solar yang didistribusikan ke Pulau Bawean saat ini jauh dengan kebutuhan warga, maka kami akan mengajukan kepada pihak terkait untuk memenuhi kebutuhan Solar di Pulau Bawean”, paparnya.

Turut diundang dalam pertemuan ini, diantaranya; Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sangkapura dan Tambak, delegasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bawean, Ketua Pemuda Muhammadiyah, Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Bawean dan Agen Penyalur Minyak Subsidi (APMS) atau agen BBM untuk wilayah Bawean.

Tinggalkan Balasan