Dinilai Tak Adil, Warga Minasatene Keluhkan Uang Ganti Rugi Lahan

20220914 074430 0000
Foto: Roma, warga Minasatene di lahan dan bangunan Miliknya yang terdampak pembebasan rel kereta api saat memberikan keterangan kepada media ini.

Pangkep, Detikzone.net-  Rina, salah Satu warga kelurahan Minasatene, kecamatan Minasatene, yang terdampak pembebasan lahan rel kereta api Pare-pare , pangkep, Maros yang masuk  dalam daftar rekap penilaian nilai penggantian wajar/ganti Rugi atas nama suaminya No 0076 Sukriadi, berkeluh kesah.

Pasalnya, ia mengatakan lahan Dan bagunan yang ia miliki seluas 89 m2
Cuma di hargai Rp. 17.000.000, didalam daftar Nilai ganti wajar/ganti Rugi.

“Ini tidak adil, karena tidak ada ganti Rugi untuk bangunan dan  hanya ganti tugi tanah saja,” ujar dia kepada media ini.

Pihknya heran tanah yang berdekatan dengan lahan Dan bagunan yang ia miliki cuma 25 Meter dan di hargai Rp710.000 permeter.

“Sedangkan tanah Dan bagunan yang Ia miliknya di hargai Rp. 150.000 permeter. Dengan zona dan persuratan yang sama,” ucapnya.

“ami tidak tau harus mengeluh kemana lurah Minasatene tidak perduli lagi,” imbuhnya.

Berkenan dengan kasus tersebut, Rina berharap Kepada presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar mengunjungi wilayahnya untuk memberantas mafia tanah yang ada di kabupaten Pangkep Dan Maros.

“Karena pada saat penggusuran paksa
Pemerintah setempat tidak ada yang hadir, saat itu saya di telepon dengan lurah, dia bilang, saya tidak ada urusannya dengan Rina,” ungkapnya

“Kami di bawakan oknum oknum untuk mengancam masyarakat agar setuju dengan harga yang murah,” ucapnya.

Rina menjelaskan tidak pernah menolak atau melawan pembangunan rel kereta api, tetapi yang kami tolak cuma soal harga.

“Dimana hati Nurani pemerintah ini? karena bagunan saya terdampak tapi tidak di bayar dengan harga yang manusiawi,” keluhnya.

20220914 074648 0000

Lurah Minasatene, Anwar bahar
Soal tanah nya warga yang belum dibayar itu berdalih bukan kewenangannya.

“Bukan wewenang kami. Kami hanya sebatas memberikan data ke pertanahan.

Menurutnya semenjak Ada proyek Nasional pembebasan lahan rel kereta api di kelurahan nya ia tidak pernah ketemu dengan yang nama nya Tim Appraisal hingga saat ini.

“Jangankan ketemu, orangnya saja saya tidak pernah lihat,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dirinya hanya sebatas memberikan data warga yang lahannya terdampak pembebasan rel kereta api ke pertanahan hanya sebatas itu, setelah itu muncullah harga dan warga disuruh kumpul di kantor kecamatan dan harga sudah tercantum di daftar.

Dirinya berharap warga yang terdampak pembebasan rel kereta api agar bisa di fasilitasi dan dari pihak saker  agar bisa memberikan kontribusi biaya pindah.

“Misalkan yang tadinya biaya Rp 17 juta naikanlah bisa di naikan dan di fasilitasi. Ini kan proyek nasional,” ucapnya.

Disisi lain, Tim Appraisal, Nasrullah ketika ditanya soal SOP Tim appraisal Pada saat menilai harga tanah Dan bangunan warga yang terdampak pembebasan rel kereta api ini menjelaskan bahwa serial bidang sudah pasti ditinjau dan didampingi oleh perwakilan pemilik/pemerintah setempat/RT/RW .

“Kami punya dokumentasi serial bidang tanah yang dinilai,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan