Tolak Rencana Harga Tiket Kapal, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bawean Gelar Aksi

20220912 143902 0000

Sangkapura, Detikzone.net – Aliansi Pemuda dan Mahasiswa di Bawean yang terdiri diantaranya yaitu; Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) Nahdlatul Ulama (NU) Bawean, menggelar demonstrasi untuk penolakan rencana kenaikan harga tarif tiket Kapal KM. Express Bahari penyebrangan Gresik-Bawean, dan meminta agar harga tiket setelah pandemi dinormalkan.

Dimana rute aksi ini di start mulai Alun-alun Kecamatan Sangkapura menuju Kantor Kecamatan Sangkapura, Kantor Dinas Perhubungan, Kantor KM. Express Bahari dan Kantor Syahbandar, Senin (12/09/2022).

Dalam hal ini, Yuson Lawupa Malvi, Sekcam Sangkapura mendukung penuh atas aspirasi yang disuarakan oleh aliansi Pemuda dan mahasiswa ini.

“Saya Yuson Sekcam Sangkapura, yang didampingi oleh Bapak Kapolsek dan Koramil, pada intinya kami mendukung apa yang disuarakan oleh para Mahasiswa. Dan kami percaya bahwa mahasiswa membawakan suara dari rakyat-rakyat kecil atau masyarakat Bawean”, ungkapnya.

20220912 143957 0000

Ia juga menegaskan, bahwa dirinya juga sepakat untuk tidak menaikkan harga tiket kapal selama itu memberatkan masyarakat Bawean.

“Kami juga sepakat untuk tidak menaikkan harga tiket kapal. Dan kami akan segera melaporkan kepada pimpinan kami dalam hal ini pemerintah kabupaten Gresik, khususnya Dinas Perhubungan”, jelasnya.

Sementara, Baharuddin, Advokat Publik, sekaligus penanggung jawab dalam aksi ini, meminta agar aspirasi dalam aksi ini disuarakan kepada pihak-pihak terkait.

“Yang pasti, kami minta tolong kepada instansi pemerintah di Bawean terkait agar apa yang menjadi aspirasi kami disampaikan kepada Bupati Gresik, DPRD dan juga Instansi terkait,” harapnya.

Dirinya juga berharap, agar pemerintah terkait memakai hati nurani. Karena dirinya merasa dengan rencana kenaikan harga tiket kapal ini terkesan seenaknya.

“Jadi, kami berharap agar pemerintah memakai hati nurani. Karena dengan kenaikan harga BBM dan rencana kenaikan harga tiket kapal Express Bahari sangat mencekam bagi kami dan terkesan seenaknya,” paparnya.

Ia menganggap, dengan rencana menaikkan harga tiket kapal ini tidak adil. Karena menurutnya yang sebelumnya kesepakatan kenaikan harga tiket karena adanya pandemi covid dan pembatasan penumpang belum dinormalkan kembali setelah penumpang sudah tidak ada pembatasan. Lalu kemudian ingin menaikkan harga tiket kembali.

“Saya kira hal ini tidak fear. Dan saya berharap kepada Forkopimcam dan pihak-pihak terkait dan kita semua terus mengawal atas aspirasi ini agar masyarakat Bawean tidak terus dirugikan oleh armada yang ada”, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan