Besok, Ratusan Warga Siap Padati Makodim Saat BPN Sumenep Ukur Lahan

20220912 192331 0000

SUMENEP, Detikzone.net– Setelah sempat heboh dan berpolemik dengan sekelompok oknum yang mengatasnamakan perkumpulan Wakaf Penembahan Sumolo dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumenep hingga berujung demo besar besaran bahkan adanya tudingan mafia Tanah di tubuh BPN, Namun besok Lahan Kodim O827/ Sumenep rencananya akan dilakukan pengukuran.

Pengukuran bidang tanah markas para patriot NKRI tersebut rencananya akan diukur oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Berkaitan dengan itu, sebagai wujud dukungan terhadap Kodim Sumenep, ratusan warga dari berbagai daerah di Kota Keris memastikan hadir untuk mengawal dan memberikan support.

“Hallo. Saya Dina, perwakilan dari mahasiswa Bangkalan siap hadir besok pada hari Selasa tanggal 13 September 2022 untuk mengawal dan menyaksikan langsung pengukuran tanah di area Kodim Sumenep. Sumenep harus bebas dari mafia tanah,” katanya.

“Saya Ardan warga Karduluk siap hadir Selasa besok untuk mengamankan dan mengawal pengukuran tanah Kodim Sumenep,” ujar Ardan .

“Wardi, warga Ganding siap mengawal pengukuran tanah Kodim Yes,” tuturnya.

“Saya Rahman warga Cabbiye siap mengawal lahan Kodim besok. Merdeka,” tutur Rahman.

Saya Basori, masyarakat Duko, siap hadir dan mengawal pengukuran lahan kodim dari penggarong dan mafia. Merdeka,” demikian penyampaian dukungan dari sebagian warga Kabupaten Sumenep melalui video yang diterima oleh Redaksi.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh BPN Sumenep dengan nomor surat : 523/35.29.200/IX/2022, BPN Sumenep akan melakukan pengukuran ulang tanah yang sudah ditempati kodim selama 77 tahun tersebut.

Namun, yang menjadi misteri dari surat tersebut yakni adanya Perkumpulan Wakaf Penembahan Sumolo.

Padahal, lahan Kodim Sumenep yang berstatus milik Negara tidak ada kaitannya dengan adanya perkumpulan yang dinilai penuh kontroversi tersebut.

Kendati demikian, entah apa maksud dan tujuan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumenep memasukkan nama Perkumpulan Wakaf Penembahan Sumolo (PWPS) sebagai tembusan.

Terlepas dari permasalahan yang sempat mengundang kegaduhan dan mengguncang, Komandan Kodim (Dandim) 0827 Sumenep, Dony Pramuda Mahardi bersyukur karena sebentar lagi aset milik Negara yang ditempati para prajurit dan patriot NKRI tersebut akan segera diamankan dari upaya pencaplokan.

“Syukur Alhamdulillah, karena sebentar lagi aset negara akan kita amankan,” tutur Letkol Czi Donny Pramudya Mahardi, S.E

Namun, kata Letkol Czi Donny Pramudya, ada satu pertanyaan yang butuh penjelasan dari BPN.

“Kenapa mesti ada tembusan kepada PWPS? padahal lahan Makodim tidak ada kaitannya dengan PWPS. Dengan kata lain tidak ada sengketa tanah di lahan Kodim,” katanya.

Menurut Dandim Sumenep, hal itu sudah sesuai bukti-bukti yang ada, bahwa lahan Makodim sejauh ini adalah milik negara.

” Kecuali ada pihak-pihak yang bisa menunjukkan bukti kepemilikan yang sah dan kuat,” ujar Dandim penuh heran. Minggu (11/09).

Berkenan dengan adanya surat pemberitahuan surat pengukuran tanah yang masih melalui tembusan kepada sekelompok oknum yang mengatasnamakan Persatuan Wakaf Penembahan Sumolo tersebut, Detikzone.net melakukan konfirmasi aktual terhadap Agus Purwanto, selaku Kepala BPN Sumenep.

Namun, hingga berita ini tersaji ke Publik, Kepala BPN Sumenep Agus Purwanto terkesan tutup mulut dan enggan memberikan penjelasan detail saat Detikzone.net melakukan konfirmasi. Baik melalui pesan maupun melalui telepon aplikasi WhatsApp.

Tinggalkan Balasan