Lahan Kodim Sumenep Segera Diukur Atas Tembusan PWPS, Kepala BPN Dinilai Tak Jelas

IMG 20220911 202653
Foto: Makodim Sumenep (kiri) , Surat pemberitahuan pengukuran lahan milik Kodim 0827/Sumenep dari BPN Kabupaten Sumenep (kanan)

Sumenep Detikzone.net- Didemo ratusan massa, bahkan disorot ratusan media hingga mendapat gunjingan masyarakat ihwal adanya dugaan kasus mafia tanah di tubuh BPN Sumenep tidak lantas membuat nama Perkumpulan Wakaf Penembahan Sumolo di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumenep lenyap. Ahad, 11/09/2022.

Terkini, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumenep tersebut akan melakukan pengukuran terhadap lahan Kodim 0827/Sumenep pada tanggal 13 September 2022 dengan nomor surat : 523/35.29.200/IX/2022 atas pengajuan mandiri yang dilakukan oleh Kodim setempat.

Namun, yang menjadi misteri dari surat tersebut yakni adanya tembusan Perkumpulan Wakaf Penembahan Sumolo.

Hal itu pun dinilai tidak jelas, karena lahan Kodim Sumenep yang berstatus milik Negara tersebut tidak ada kaitannya dengan perkumpulan yang keberadaannya itu  penuh kontroversi.

Kendati demikian, entah apa maksud dan tujuan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumenep memasukkan nama Perkumpulan Wakaf Penembahan Sumolo (PWPS) sebagai tembusan.

Baca JugaKarma Tak Lama Lagi, Kapolres Sampang Akan Diperiksa Divpropam Polri

Terlepas dari permasalahan yang sempat mengundang kegaduhan dan mengguncang, Komandan Kodim (Dandim) 0827 Sumenep, Letkol Czi Donny Pramudya Mahardi, S.E bersyukur karena sebentar lagi aset milik Negara yang ditempati para prajurit dan patriot NKRI tersebut akan segera diamankan dari upaya pencaplokan.

“Syukur Alhamdulillah, karena sebentar lagi aset negara akan kita amankan,” tutur Letkol Czi Donny Pramudya Mahardi, S.E

Namun, kata Letkol Czi Donny Pramudya, yang menjadi pernyataan terkait pengukuran lahan yakni adanya tembusan PWPS.

Menurut Dandim, Hal itu pun butuh penjelasan dari BPN.

“Kenapa mesti ada tembusan kepada PWPS? padahal lahan Makodim tidak ada kaitannya dengan PWPS. Dengan kata lain tidak ada sengketa tanah di lahan Kodim,” katanya.

Dengan tegas, Dandim Sumenep mengulas bahwa hal itu sudah sesuai bukti-bukti yang ada, bahwa lahan Makodim sejauh ini adalah milik negara.

” Kecuali ada pihak-pihak yang bisa menunjukkan bukti kepemilikan yang sah dan kuat,” ulas Dandim penuh heran. Minggu (11/09).

Berkenan dengan adanya surat pemberitahuan surat pengukuran tanah yang masih melalui tembusan kepada sekelompok oknum yang mengatasnamakan Perkumpulan Wakaf Penembahan Sumolo tersebut, Detikzone.net melakukan konfirmasi aktual terhadap Agus Purwanto, selaku Kepala BPN Sumenep.

Namun, hingga berita ini tersaji ke Publik, Kepala BPN Sumenep Agus Purwanto terkesan tutup mulut dan enggan memberikan penjelasan detail saat Detikzone.net melakukan konfirmasi. Baik melalui pesan maupun melalui telepon aplikasi WhatsApp.

Tinggalkan Balasan