Warga Geram Tanahnya Diukur Tanpa Etika, Kadiv Humas BPKA Sulsel: SOP-nya Harus Ijin Dulu 

20220910 173022 0000

Maros, Detikzone.net- Permasalahan pembebasan lahan pembangunan rel kereta api belum juga selesai.

Tanah milik warga H.Jamaludin seluas 15 are dan atas nama ibunya 15 are bersertifikat di Tellumpoccoe, Marusu Kabupaten Maros dirampas oleh panitia pembebasan lahan jalur rel kereta api. Sabtu, 10 September 2022.

Hal itu dibuktikan dengan beberapa bukti yang ada.

H. jamaludin saat di konfirmasi pembebasan lahan yang terdampak rel kereta api di lahan yang ia miliki sangatlah geram dengan apa yang ia alami.

Menurutnya, tanah yang ia miliki diukur tanpa melalui etika terlebih dahulu atau tanpa ijin oleh tim yang pembebasan rel kereta api.

“Ini sudah tidak benar dan
Sangat menyakiti hati masyarakat,” jelasnya.

Ia sebenarnya mendukung program program pemerintah.

“Tapi jangan begini caranya,” ucapnya.

Bahkan lebih kejam lagi, pihaknya mengelukan  tanah miliknya dihargai 94.000.

“Sedangkan di belakang tanah milik saya dihargai Rp 6.000.000, lebih dengan zona dan persuratan yang sama,” jelasnya.

20220910 173123 0000

Sementara, kepala BPKA Sul-Sel Andi Amana Gappa melalui Hendry Mundan
Kadiv Humas BPKA saat dikonfirmasi di kantor Balai Perkereta Apian pada hari jumat 09/09/2022 mengatakan bahwa seharusnya SOP nya pengukuran tanah itu dengan meminta ijin dulu.

“Kondisi di lapangan seperti apa kami tidak tau,” ucapnya.

Media akan terus mengawal ihwal kasus dugaan adanya mafia tanah ini, hingga masyarakat bisa mendapatkan keadilan seterang terangnya

Tinggalkan Balasan