Ka.Kanwil Kemenag Kalsel: Pendidikan Madrasah Tanggung Jawab Besar Kementerian Agama

20220910 202055 0000

Banjarmasin, Detikzone.net – Kepala Kantor Wilayah (Ka.Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Dr.H.Muhammad Tambrin,M.MPd menghadiri kajian subuh ke-47 dengan Tema Tarbiyatul Aulad Fil Islam melalui Virtual Zoom.

Tamrin, dalam sambutannya mengatakan bahwa segenap keluarga besar Kementerian Agama harus bangga dengan adanya Madrasah di Kalimantan Selatan.

 “Kita keluarga besar Kementerian Agama harus bangga, karena Madrasah di Kalimantan Selatan merupakan pilihan dan menjadi Favorit masyarakat untuk anak-anaknya bersekolah,” ujar Kepala Kantor Wilayah (Ka.Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Dr.H.Muhammad Tambrin,M.Pd. Kamis, 08/09/2022.

Tambrin mengatakan kepercayaan masyarakat terhadap Pendidikan di madrasah adalah suatu kebanggaan, namun juga merupakan tantangan serta tanggung jawab besar bagi Kementerian Agama, karena pendidikan terutama pendidikan moral bukan hanya tanggung jawab para orang tua, guru, usztad atau Usztadzah ,namun juga tanggung jawab di Kementerian Agama.

“Jadi untuk ini perlu adanya kerjasama antara peran orang tua di rumah kepada anaknya juga peran guru terhadap anak didiknya di Sekolah, disini penting adanya komunikasi antara orang tua dan guru agar pendidikan anak berjalan selaras, seimbang dan mendapatkan hasil yang memuaskan,” ujar Tambrin.

Mendidik anak kata Tambrin bukanlah hal yang mudah, akan banyak tantangan yang akan dihadapi, kesabaran dalam hal ini sangatlah diperlukan, apalagi sekarang berada pada zaman yang mana semua serba canggih dengan kemajuan tekhnologi tiada batas dan tidak diragukan lagi bahwa ketersediaan sarana-sarana penerangan seperti media sosial, gadget, acara-acara televisi, dan sebagainya, dianggap sebagai penemuan manusia paling tinggi pada zaman modern sekarang ini.

“Padahal sesungguhnya ini bagaikan dua mata pedang, bisa digunakan untuk kebaikan dan digunakan untuk kejahatan,” terangnya.

Sebenarnya jelas Tambrin, tidak ada perselisihan, kesalahan manakala temuan-temuan tersebut digunakan dalam kebaikan, seperti menyebarkan ilmu, mengokohkan akidah, dan sebagainya yang membawa kemaslahatan dunia dan akhirat.

“Disini tugas kita sebagai orang tua, tenaga pendidik atau guru untuk membimbing anak-anak kita , menjelaskan, memberikan pengertian pemahaman kepada anak-anak kita , mana yang baik mana yang bertentangan yang tidak seharusnya diikuti atau di contoh,” tegas Tambrin.

Dalam hal ini Tambrin menegaskan bahwasanya usia anak-anak terutama Madrasah adalah usia-usia rentan, mudah menerima informasi-informasi yang di dapat terutama dari media sosial, dalam hal ini pendidikan agama sedari dini sangat diperlukan sebagai penopang pondasi kuat.

“Ketika kita memberikan bekal ilmu agama yang kuat kepada anak, saya yakin ke depannya mereka bisa menyaring semua informasi yang didapat, dan pondasi anak yang pertama yang harus di kuatkan adalah Sholat dan dzikir,” terang Tambrin.

Mengakhiri kajiannya Tambrin mengajak kepada seluruh peserta kajian yang hadir agar selalu menjalankan perintah Allah SWT dan RasulNya serta selalu berdzikir mengingat Allah SWT baik itu ketika habis sholat atau pun ketika waktu senggang. “Karena semua pertolongan hidup ada pada Allah SWT, kita semua bergantung hanya kepadaNya dan serahkan semua urusan kepada Allah SWT,” tutup Tambrin.
Menempatkan MAN 1 Tabalong sebagai tuan rumah, kajian kali ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Prov.Kalsel, Ka.Kemenag Kabupaten/Kota,para Sub.koordinator di Lingkungan Kanwil Kemenag Prov.Kalsel, para Ka.KUA,para penyuluh, Para Guru Tenaga Pendidik Madrasah dan pegawai TU Madrasah di Kab.Tabalong, orang tua murid serta siswa-siswi di Madrasah Kab.Tabalong.

Tinggalkan Balasan