Satpol PP Bersama Tim Pemkab Sumenep Temukan Rokok Ilegal Berbagai Merek di Sejumlah Toko

20220907 203820 0000
Foto: Penuh kekompakan, Tim Gabungan Pemkab Sumenep terjun langsung ke sejumlah toko untuk Pengumpulan Informasi peredaran Rokok Ilegal. Selain itu, juga dilakukan pemasangan poster tentang bahayanya peredaran Rokok ilegal.

SUMENEP, Detikzone.net- Dalam giat Pengumpulan Informasi peredaran Rokok Ilegal di 4 Kecamatan berbeda selama dua hari, Satpol-PP bersama Tim Pemkab Sumenep menemukan sejumlah rokok ilegal berbagai merek di sejumlah toko. Rabu, 07/09/2022.

“Dihari pertama kita temukan di  3 toko. Yang paling banyak itu di Kecamatan Peragaan sebanyak 6 toko dan di Kecamatan Bluto ada 2 toko, namun merek rokoknya berbeda beda,” tutur Kasatpol PP Sumenep, Drs. Ach. Laili Maulidy, M.Si.

Untuk hari pertama dan hari kedua, kata dia, sebanyak 11 toko yang ditemukan rokok ilegal.

“Selama dua hari, kita temukan 11 toko,” jelas Drs. Ach. Laili Maulidy, M.Si.

20221003 194421 0000

Disinggung apakah  tidak langsung ada penindakan saat giat tersebut, pihaknya menjawab, dari hasil temuan tersebut  akan dilaporkan ke aplikasi Si Rolek.

“Gak ada tindakan, kita cuma mencatat, nama tokonya, pemilik, dan alamatnya bahkan titik GPS- nya, setelah itu, kita laporkan ke aplikasi Si Rolek, karena saat ini agenda kita adalah Investigasi, Identifikasi, dan inventarisasi, dan setelah agenda ini maka akan ada agenda lanjutan,” ungkapnya.

Baca JugaSatpol PP Sumenep Pimpin Giat Pengumpulan Informasi Peredaran Rokok Ilegal

Baca Juga : Wujud Edukasi, Tim Gabungan Pemkab Sumenep Lakukan Pemasangan Poster Rokok Ilegal

Selain itu, ujar Kasatpol PP, pihaknya juga memberikan edukasi bahayanya peredaran Rokok ilegal.

“Kita juga memberikan edukasi kepada penjual maupun masyarakat tentang bahayanya peredaran Rokok Ilegal dan sangsi pidananya,” ujarnya.

Lebih jauh Drs. Ach. Laili Maulidy, M.Si mengungkapkan, kegiatan terkait rokok ilegal itu ada dua kegiatan.

“Pertama yaitu pengumpulan informasi dan sekarang kita lakukan, kemudian ada kegiatan operasi bersama,” katanya.

Menurut, Kasatpol PP, sasaran target untuk pengumpulan informasi yaitu di kecamatan- kecamatan yang ada di Daratan.

“Sasarannya ini ke sejumlah toko di 19 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sumenep,” tukasnya.

20220907 200641 0000

Kasatpol PP juga membeberkan alasan kegiatan tersebut dilakukan.

“Seperti diketahui bersama bahwa Kabupaten Sumenep ini berada di Zona Merah terkait peredaran Rokok ilegal. Oleh karenanya, tujuan kegiatan ini juga dalam rangka memberikan edukasi.

“Dalam kegiatan ini, kita juga memberikan  brosur serta poster terkait bahayanya Rokok Ilegal sebagai wujud edukasi,” pungkasnya.

Sekedar informasi, dalam poster yang di tempel di sejumlah toko itu menjelaskan ciri-ciri rokok ilegal.

Ciri ciri rokok ilegal, yakni pita cukai palsu, pita cukai berbeda, pita cukai bekas rokok polos atau tanpa pita cukai.

Disebutkan juga sanksi rokok ilegal Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang cukai yang berbunyi, setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai dalam Pasal 29 Ayat (1) disebutkan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Tidak hanya itu, Poster tersebut juga berisi kalimat  “Laporkan peredaran rokok ilegal ke Kantor Bea dan Cukai terdekat”, yang dilengkapi logo Pemerintah Kabupaten Sumenep, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumenep.

Tinggalkan Balasan