Diduga Salah Pendataan, Tanah Milik Sudirman Digarong 

20220906 074703 0000

Pangkep, Detikzone.net-  Sungguh malang nasib yang dialami Sudirman, warga desa Biring Ere, Kecamatan Bunggoro. Bagaimana tidak, lahan yang dibelinya dari Hj. Hamliah melalui pejabat pembuat Akta Tanah sementara (PPAT) Camat, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep sesuai dengan data Akta jual beli

Nomor : 109/KM-PK/III/2015 kini dirampas akibat kesalahan pendataan aparat instansi terkait pembangunan Rel Kereta Api Pare Pare – Pangkep – Maros. Senin, 05/09/2022.

Melalui kuasa Hukumnya, Ady Soedrajat,. S.H., saat dikonfirmasi oleh media ini mengatakan bahwa hak kliennya Sudirman dari 81 warga Maros – Pangkep sudah dirampas atau digarong hingga secara administratif tidak bisa ia miliki haknya atas kesalahan pendataan aparat instansi terkait yang mengacu kepada pembangunan Rel Kereta Api.

“Padahal tanah milik Sudirman Keabsahannya sudah ada Akte jual beli. Kami akan menempuh jalur hukum atas permasalahan ini,” ucapnya

Menurutnya, dari sekian masyarakat yang terdampak pembebasan Rel Kereta Api Pare Pare – Pangkep – Maros ada yang teriak – teriak dan ada juga yang diam,.

“Yang diam itu menerima uang lebih dari sewajarnya,” tuturnya.

20220906 074626 0000
Foto : Kuasa Hukum 81, warga Maros – Pangkep Ady Soedrajat, S.H saat dikonfirmasi.

Akan tetapi, lanjut dia, Porsi yang teriak, tidak dapat haknya secara adil.

“Kalau ada secara adil dan mensejahterakan, tidak akan ada masyarakat yang teriak, karena sudah melakukan penyelewengan mereka menggunakan kekuatan militer. Infonya pihak mereka menurunkan TNI/Polri kurang lebih 1.600 personil dengan alasan karya bakti saat itu menggunakan senjata laras panjang,” bebernya.

20220906 074807 0000
Foto: Lurah bontokio Andi Tendri Awaruh Anwar,S.T saat dikonfirmasi media ini.

Ady menjelaskan, Nurhasan yang mengadopsikan diri dan  memperkenalkan diri sebagai ketua tim percepatan pembangunan Rel Kereta Api.

“Peraturan tidak pernah ada namanya tim percepatan. Karena Kepala Balai Perkereta Apian Sul-Sel di depan media mengatakan tidak pernah tanda tangan yang namanya tim percepatan. Karena Nurhasan setiap hari setiap saat, setiap masyarakat yang terdampak Rel Kereta Api, Nurhasan selalu ada bahkan Nurhasan membawa uang pakai tas puluhan juta sampai ratusan,” ungkapnya dengan nada kesal.

Lebih jauh Ady menegaskan jika Nurhasan sampai membawa uang
pakai tas untuk membayar masyarakat ditengah malam jam 1 sampai jam 2 malam.

“Puluhan juta sampai ratusan juta dia membayar masyarakat sebagai uang terima kasih agar tidak usah dipermasalahkan. Alasannya dia kasih bantuan,” terangnya

Padahal, lanjut Ady, ini Proyek Negara dan ini adalah Proyek Raksasa dengan biaya besar.

“Itu yang kami ingin tahu, uang dari mana yang dibagikan tim percepatan ini,” tegasnya

Di tempat berbeda Lurah bontokio Andi Tenri Awaruh Anwar,.S.T., dikonfirmasi justru mengucapkan syukur.

“Alhamdulilah saya bersyukur karena bisa di pertemukan dengan kepala ATR/BPN dan media. InsyaAllah permasalahan bisa di selesaikan.
Permasalahan ini bukan saat saya menjabat ini, kan lurah yang dulu, dari dokumen dokumennya kita kan berdasarkan kan dokumen,” jelas dia.

Di tanya setelah mengetahui persoalan ini, pihaknya akan mengevaluasi.

“Kami akan evaluasi kembali dan harus lebih detail lagi. Namanya juga kita manusia. Jika ini dapat dibuktikan, kami akan mengikuti aturan yang ada tergantung indikasinya,” tegasnya.

Perlu di ketahui, perkara Sudirman lahannya yang di rampas akibat salah pendataan sedang di proses mencari tahu titik permasalahannya.

Berkenan dengan itu, pada hari Senin tanggal 5 September 2022,  Hj. Hamliah selaku penjual tanah kepada Sudirman tidak hadir pada saat di ruang kerja Kepala Kantor ATR/BPN Pangkep dengan alasan sedang sakit kakinya.

Kepala Kantor ATR/BPN Pangkep menjadwalkan ulang pada hari Kamis tanggal 8 September 2022.

Media ini akan gencar melakukan penelusuran lebih akurat dan lebih detail terhadap pihak pihak yang diduga menjadi sumbu sumbu permasalahan.

Tinggalkan Balasan