Uncategorized

Ansor dan Fatayat NU Bawean Gelar Sosialisasi Moderasi Beragama

1183
×

Ansor dan Fatayat NU Bawean Gelar Sosialisasi Moderasi Beragama

Sebarkan artikel ini
20220903 183051 0000

Sangkapura, Detikzone.net- Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bawean bersama Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Bawean menggelar Road to School atau turba ke sekolah-sekolah untuk melakukan sosialisasi tentang moderasi beragama bagi siswa dalam rangka menyongsong 1 abad NU. Kegiatan perdana ini digelar di SMA Negeri 1 Sangkapura, Kabupaten Gresik, Sabtu (03/09/2022).

Dalam hal ini, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bawean, Syafi’e, mengatakan kegiatan ini akan digelar di sekolah-sekolah se-Bawean dengan membawakan beberapa topik, diantaranya: Moderasi beragama, Profil Pelajaran Pancasila, Kesehatan Reproduksi, Pendidikan Sex Remaja dan Pernikahan Anak.

“Kami sengaja membawa topik ini untuk para pelajar di Bawean karena melihat pentingnya kita bisa hidup rukun dengan sikap moderat atau menjunjung toleransi ditengah-tengah keberagaman bangsa Indonesia. Dan kami tidak ingin di negara kita terjadi konflik hanya karena perbedaan pemahaman sehingga terjadi peperangan seperti halnya di timur tengah yang disebabkan oleh permasalahan dalam negerinya sendiri”, harapnya.

Oleh karenanya, ia menginginkan para pelajar di Bawean harus diberikan pemahaman tentang ideologi dalam berbangsa dan beragama.

“Oleh karena itu, para generasi muda khususnya para pelajar ini harus kita mantapkan ideologi-nya. Kami sebagai generasi muda NU meyakini sebagaimana pedoman kita di NU bahwa NKRI adalah Harga Mati, Pancasila Jaya, Aswaja Akida Kita dan Nusantara adalah milik kita,”, tuturnya.

20220903 183012 0000

Sementara itu, Kiai Ali Azhar, salah satu Pemateri dalam kegiatan ini, menjelaskan moderasi beragama artinya bersikap tengah-tengah dalam kehidupan. Hal ini penting ditanamkan kepada para pelajar jika suatu saat kuliah ke daerah yang rentan disusupi ideologi yang bertentangan dengan bangsa dan agama.

“Ada dua hal ideologi yang harus kita jauhi yang ada di Indonesia sampai saat ini, pertama paham ekstrim kiri yaitu paham Komunisme, dimana paham ini disisi negatifnya diantaranya kurang suka jika orang beragama. Kemudian yang kedua, paham ekstrim kanan yaitu Khilafah Islamiah, paham ini kelihatan bagus dari sisi luar saja tapi paham ini mempunyai misi untuk mendirikan negara Islam, yang hal ini tentunya bertentangan dengan ideologi Pancasila”, jelas Gus Ali, panggilan akrabnya, Wakil Ketua PCNU Bawean ini.

Dirinya berpesan, agar berhati-hati jika suatu saat para pelajar dari Bawean jika ingin berkuliah ke daratan Jawa. Karena paham-paham ini biasanya sering disusupi kepada para pelajar dan mahasiswa.

“Paham ini di Bawean insyaallah tidak ada, tapi jika diluar sana banyak kelompok-kelompok dari mereka yang merekrut para pelajar untuk bergabung dengan metode yang macam-macam dan menarik. Oleh karena itu, kalian jangan pernah mau diajak oleh mereka,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan