Akui Lepas 6 Penjudi Karena RJ Tapi Mengelak Adanya Fulus, Pengacara Ini Berang

Foto: Angga Kurniawan SH.

SAMPANG, Detikzone.net- Kapolsek Sokobanah, Iptu Ivan Danara Oktavian, S.Tr.K., S.I.K secara mengejutkan memberikan klarifikasi kepada media mitranya terkait berita viral berjudul ‘Polsek Sokobanah Sampang Tangkap Penjudi Tapi Dilepas Usai Ditebus Fulus‘ yang sudah melenggang viral jadi konsumsi khalayak publik. Rabu, 27/07/2022.

Padahal, isi berita yang dimuat di media ini, sumber informasinya bisa dipertanggung jawabkan karena masih ada ikatan famili dengan tim Redaksi media ini.

Berkenan dengan data yang sudah sampai di meja Redaksi, Kapolsek Sokobanah dimintai tanggapan oleh tim Redaksi media ini, namun terkesan mengelak bahkan menanyakan balik info dari siapa.

Tidak hanya itu, hingga detik ini pun Redaksi Detikzone.net tak kunjung menerima balasan konfirmasi yang sudah dilayangkan, justru ada pengakuan mendadak yang dipublis oleh media lain dengan membenarkan adanya penangkapan dan pelepasan 6 tersangka.

Menanggapi klarifikasi Kapolsek Sokobanah yang melepas pelaku perjudian atas dasar restorative justice namun mengelak adanya sejumlah uang yang diberikan, pengamat dan praktisi Hukum Equality Law Firm, Angga Kurniawan SH angkat bicara.

Bagi saya sebagai pengamat dan praktisi hukum apa yang dilakukan oleh oknum Polsek Sokobanah dimana menangkap tersangka perjudian dan kemudian melepaskankan dengan syarat menyerahkan sejumlah uang bukan merupakan tindakan restorative Justice,” katanya.

Baca JugaPolsek Sokobanah Sampang Tangkap Penjudi Tapi Dilepas Usai Ditebus Fulus

Menurutnya, sesuai dengan Perkap  No 8 tahun 2021 bahwa dimaksud dengan tindangan restorative Justice dibolehkan jika tidak menimbulkan keresahan masyarakat.

Sementara perjudian dan pelaku judi ini menjadi penyakit serta momok bagi masyarakat dan mengundang keresahan masyarakat,” tutur pria berwajah Tionghoa ini.

Dengan lantang, eks Aktivis HMI Malang ini bertutur bahwa apa yang dilakukan oleh oknum Polsek Sokobanah patut diduga sudah menyalahkan wewenang.

Dugaan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang oleh anggota oknum Polsek Sokobanah  ini sudah jelas melanggar sesuai kewenangan profesi, sesuai dengan kewenangan profesionalme dalam menjadi anggota Polri. Dan ini bisa dilaporkan,” tuturnya.

Pengacara yang memang dikenal tegas ini menambahkan, terkait masalah judi yang tertuang dalam pasal 303 KUHP itu setelah adanya perubahan UU No 7 tahun 74 jelas bahwa hukumannya adalah 10 tahun dengan denda maksimal 25 juta.

Oleh karena itu, harusnya polisi hari ini memberantas semua perjudian, baik perjudian biasa maupun perjudian online. Karena ini sudah menjadi atensi dari Kapolri karena sudah banyaknya orang yang sudah menjadi korban tindak pidana perjudian baik bagi anak anak maupun orang dewasa,” tegasnya.

Sehingga pihaknya sangat mengecam dan menyesalkan adanya oknum Polsek Sokobanah yang diduga memalak dan memeras para tersangka perjudian hanya berlandaskan untuk restorative Justice.

Itu jelas jelas melanggar dan saya atensi kepada Kasi Propam Polres Sampang, Kasi Propam Polda bahkan kalau perlu ke Propam Mabes Polri agar oknum oknum yang menyalahgunakan wewenang seperti ini bisa dipecat,” tandas pengacara idaman kaum hawa ini mengakhiri wawancara.

Sementara itu, aktivis Komnas PKPU, Zainal Fattah turut memberikan kritikan.

Berita klarifikasi dari Kapolsek Sokobanah ini terkesan lucu karena dilakukan setelah beritanya viral,” bebernya.

Ironisnya, lanjut dia, klarifikasinya melalui media lain. “Sementara konfirmasi media yang memberitakan pertama kali tidak dibalas balas. Ini ada apa? ,” tandasnya.

Demi mengungkap fakta,  Detikzone.net akan terus melakukan penelusuran lebih jauh dan lebih akurat.

Tinggalkan Balasan