Kelewat Batas! Minta Wartawan Salahkan Negara dan Sistem, Kapolri Patut Copot AKBP Arman

Foto: Kapolres Sampang, AKBP Arman (kiri) , Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kanan).

Sampang, Detikzone.net -Apa kabar Kapolres Sampang ? Cukup lama tak terdengar kabar perseteruanmu vs Jurnalis ihwal pernyataan kontroversi yang sudah menjadi perbincangan publik hingga berujung aksi demonstrasi di Mapolres dan Mapolda. Senin, 11/07/2022.

Bahkan tutur pedasnya saat audiensi dengan sejumlah wartawan mengantarkannya menjadi satu satunya Kapolres di Indonesia yang dilaporkan ke Polda Jawa Timur saat hari Bhayangkara ke-76.

Tidak hanya didemo terkait masalahnya dengan wartawan, Mapolres Sampang juga didemo terkait pengungkapan pupuk bersubsidi 17 ton yang disinyalir penuh dengan sebuah permainan, karena saat kasus pupuk 17 ton berhasil diungkap, Polres Sampang sudah menetapkan dua tersangka, namun tak berselang lama, statusnya berubah menjadi saksi.

Persoalan demi persoalan Kapolres Sampang terus menggelinding layaknya bola panas, apalagi data terkini yang diterima Detikzone.net menunjukkan bahwa Kapolres Sampang, AKBP Arman memberikan pernyataan yang sangat fulgar melebihi dari pernyataan sebelumnya yang tidak akan melayani wartawan tak ber-UKW dan terdaftar ke Dewan Pers.

Pernyataan fulgar yang dimaksud adalah ketika seorang pimpinan sekelas Kapolres dengan gagah berani menyinggung sistem Negara Republik Indonesia.

Berikut pernyataan Kapolres Sampang, AKBP Arman saat dipertanyakan awak media terkait skema Distribusi Bantuan Langsung Tunai Pedagang Kaki Lima, Warung dan Nelayan (BLT-PKL-WN).

Di Polres-Polres, di Kodim-Kodim gak ada, gak ada Kabupaten lain itu, apalagi di daerah Matraman, tidak ada yang protes-protes begitu, malah semuanya mendukung. Heran saya di Sampang ini, Gak tau kok kayak begini di Sampang ini,” kata Arman dalam video visual yang diterima Redaksi.

“Bagaimana saya harus mengajak kepala desanya, dalam waktu 5 hari bos, suruh nyarik orang, pengalamannya belum pernah ada. Punya hati sedikit lah kepada anggota-anggota gimana nyarinya kepada anggota itu, akhirnya apa, Kasat Binmasnya nyuruh Bhabinkamtibmasnya karena dia punya kaki di masyarakat, Paham ? gak mudah bos,” demikian Arman menanggapi beberapa konfirmasi kalangan jurnalis saat menggelar audiensi.

“Puluhan ribu dalam beberapa hari kirim data, kemudian sistemlah yang mengolah, diverifikasi atau ditolak, itu sampeyan punya data, itu orang kaya, ini punya ini, SALAHKAN NEGARAMU, SISTEMNYA SUDAH BAGUS BELUM ITU? POLRES GAK NGERTI OPO-OPO SURUH BAGI KAYAK BEGINI, DIPIKIR LANGSUNG NGERTI, GAK NGERTI JUGA, karena beban tanggung jawab moral aja, mereka bekerja,” sebut Arman dengan pongahnya.

Dan tidak mungkin lima hari bisa disosialisasikan ke seluruh masyarakat yang ada di Sampang ini. Kalau sampean bisa, sampean aja yang kerja, ndak mungkin bisa,” tutur Arman kepada kepada wartawan.

Pernyataan Kapolres Sampang ini berbanding 180 derajat dan berjarak jauh seperti  langit dan bumi dengan ungkapan bijak Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang mempersilakan masyarakat menyampaikan pendapat atau kritiknya kepada Institusi Polri.

Tentunya menjadi energi, kritik kadangkala memang dirasakan pahit. Ibarat obat, pil itu pahit tapi harus dimakan, sehingga bisa menjadi sehat untuk organisasi atau institusi ini menjadi baik” kata Jenderal Listyo Sigit usai acara Hoegeng Award di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Jum’at, (1/7/2022).

Pernyataan Kapolres Sampang inipun mendapat respon dari aktivis kritis, Zainal Fattah.

Sistem apa yang dimaksud Kapolres Sampang ini, apakah Undang Undang nya, apa PP -nya, Perpresnya, atau Peraturan Kapolrinya? harus jelas,” tegasnya.

Menurut Aktivis Komnas PKPU ini, Kapolres Sampang seharusnya jangan memberikan pernyataan blunder dan terkesan tak berwawasan.

Kapolres ini pemimpin di Polres dan panutan masyarakat, bukan malah gampang memberikan pernyataan pernyataan ngawur hanya karena sebuah pembelaan,” tegasnya, Senin, 11/07, malam.

Kata Zainal, ketika Kapolres Sampang sudah menyinggung sistem Negara, Kapolri sudah patut mencopot jabatannya.

Apakah tidak malu seorang Kapolri memiliki bawahan seperti itu?.  Berani menyinggung sistem Negara Indonesia, dan ini sudah kelewat batas,” tandas, H. Zainal .

Baca JugaDimediasi Polres Sampang Tanpa Ada Perwakilan, Uang Korban Jual Beli Mobil Lenyap Rp50 Juta

Baca JugaKapolres Sampang Sok Tahu Tentang Pers, Aktivis Senior: Seperti Orang Mabuk dan Memalukan

Baca JugaKapolres Sampang Dikecam dan Diserbu Ratusan Media, Dewan Pers Malah Beri Apresiasi

Baca JugaRibuan Wartawan Tersakiti, KJJT Desak Kapolri Evaluasi Kapolres Sampang 

Baca JugaSembunyi dari Aksi Demo, Korlap Aksi: Kapolres Sampang Lempar Kentut Sembunyi Pantat

Baca JugaHOT ! Menunggu Nasib Kapolres Sampang Setelah Didemo Bertubi- tubi

Baca JugaJelang HUT Bhayangkara, Kapolres Sampang Kembali Didemo Terkait 17 Ton Pupuk Bersubsidi

Baca JugaKemelut Polemik Kapolres Sampang Tak Kunjung Tuntas, MADAS Siap Serbu Mapolda

Baca JugaYa Tuhan! Gegara Kapolres Sampang, AMPJ dan Madas Rapatkan Barisan Menuju Polda Jatim

Baca JugaEh Ternyata! Saking Emosinya, Kapolres Sampang Sampai Berani Sindir Sistem Negara

Tinggalkan Balasan