Songsong Indonesia Emas 2024, Mas Tamam Minta Jauhi 5 Hal yang Jadi Penghambat

Pamekasan, Detikzone.net-  Demi menyongsong Indonesia Emas 20224, Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam mengajak semua stake holder saling bahu membahu untuk menghindari beberapa hal yang menjadi penghambat.

Caranya, memastikan tidak ada korupsi, memastikan tumbuh kembangnya pengusaha baru di semua level, menghindari narkoba, serta memastikan kita tidak menjadi bagian dari persoalan,” tegasnya, Kamis (30/6/2022).

Menurut Bupati, ada lima hal yang harus dijauhi oleh bangsa Indonesia untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut, yaitu narkoba, ketidak adilan dalam penegaskan hukum, terorisme, korupsi, dan ideologi trans nasional. Jika lima hal tersebut tidak diperhatikan, dipastikan gagal mewujudkan cita-cita mulia itu.

Saya berkomitmen untuk mewujudkan itu, pertama saya memastikan tidak ada jual beli jabatan di kabupaten ini, dan kedua memastikan saya tidak ikut proyek apapun di kabupaten ini. Kenapa saya memilih itu, karena Indonesia dalam ruang kecil di kabupaten ini saya harus berkontribusi untuk mendorong bagaimana Indonesia 2045 menjadi kekuatan ekonomi ketiga di dunia,” tegasnya.

Bupati kharismatik ini berharap kepada semua pihak agar tidak menjadi tambahan beban terhadap negara dalam mewujudkan Indonesia emas tahun 2045.

Setidaknya menghindari lima hal tersebut dengan mengisi kegiatan yang lebih positif dengan mendorong pembangunan negara sesuai dengan tugas pokok dan fungsi,” tuturnya.

Kata dia, Kabupaten Pamekasan memiliki potensi dan sumber daya manusia yang luar biasa, serta etos Madura yang luar biasa.

Orang Madura itu selangkah lebih maju, di depan pom bensin jual bensin eceran, di depan toko emas jual emas. Tetapi saya memaknai itu tidak sederhana, bahwa orang Madura memiliki keinginan kuat untuk sejahtera,” tandasnya.

Etos Madura yang luar biasa itu menjadi spirit tersendiri dalam mewujudkan Indonesia emas tahun 2045 dengan kerja keras, kerja cerdas, dan menghindari tindakan yang merugikan diri sendiri, orang lain dan merugikan NKRI,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan