Kemelut Polemik Kapolres Sampang Tak Kunjung Tuntas, MADAS Siap Serbu Mapolda

Foto: Ketua Madas DPC Bangkalan, H. Nurul Huda (kiri) , Muhammad Yasin, Amd.Farm, Sekretaris Madas DPC Bangkalan, (kanan).

Jatim, Detikzone.net -Kemelut Polemik Kapolres Sampang AKBP Arman dengan Pers Indonesia belum jua tuntas, 500 orang yang tergabung di ormas Madura Asli ( Madas ) akan menggelar aksi dan menyerbu Mapolda Jawa Timur pada hari Jumat, 01/07/2022 yang bertepatan pada hari Bhayangkara.

Akan menjadi hari bersejarah yang memalukan nantinya, jika hal itu terjadi, mengingat pada hari tersebut adalah hari kebanggaan para patriot NKRI.

Bukan tanpa alasan MADAS turun gunung, karena hal tersebut dilakukan demi membela marwah para Jurnalis Indonesia terkait pernyataan kontroversi Kapolres Sampang saat menggelar audensi dengan sejumlah wartawan yang mengatakan bahwa tidak akan menerima wartawan yang tidak ber- UKW dan tidak terdaftar di Dewan Pers.

Buntut dari tuturnya yang pedas itulah, para Jurnalis Nusantara melakukan aksi demo. Baik di Mapolres Sampang, bahkan di Mapolda Jawa Timur selama 2 kali.

Gerah dengan polemik yang menggelitik, Muhammad Yasin, Amd.Farm, Sekretaris MADAS DPC Bangkalan dan Pendiri AKB FOUNDATION menegaskan, rencana aksi yang akan digelar di Polda Jatim tersebut sebanyak 500 orang.

“InsyaAllah 500 orang. Dan saya bersama ketua DPC Bangkalan yang akan menjadi korlapnya,” ujar Muhammad Jasin.

Saya juga yang  telah membuat narasi dan mengantarkan suratnya ke Polda. Karena didalam keluarga Madas banyak rekan-rekan yang memiliki perusahaan media bahkan juga ada yang tergabung sebagai wartawannya,” tegasnya.

Disinggung apa alasan MADAS turun gunung membela Jurnalis tersakiti, pihaknya menandaskan bahwa selain menunjukkan aksi solidaritas Jurnalis, dirinya ingin mengkritisi sikap arogansi Kapolres Sampang dalam berkomunikasi yang terkesan ceroboh dan tidak sesuai dengan etika Madura.

Untuk sekelas Kapolres, kami, sebagai ormas etnis Madura tidak menghendaki pejabat publik arogan dalam berkomunikasi. Dan aksi nanti juga sebagai bentuk solidaritas terhadap jurnalis,” jujurnya.

Mohammad Yasin menambahkan, demonstrasi itu juga merupakan buntut dari kekecewaan dirinya dan kawan kawan Jurnalis saat melakukan demonstrasi di Mapolres Sampang.

ARMAN sombong menutup akses komunikasi dengan kami para pendemo. Selain itu, Kapolres Sampang juga tidak menghargai dan cenderung memecah belah antar profesi Jurnalis bahkan antar wartawan dengan dewan Pers dan terkesan mengekang independensi jurnalis dengan aturannya sendiri,” tutupnya.

Sementara itu, ketua MADAS DPC Bangkalan, H. Nurul Huda secara lantang juga meminta agar Kapolres Sampang segera dicopot.

Kemarin, saya sudah orasi di depan Mapolres Sampang. Besok, pada hari Jum’at bilamana ARMAN tidak dicopot, saya akan orasi di halaman Mapolda Jatim,” pungkasnya.

Berkenan dengan itu, Ketua Ormas Madas, H. Berlian Ismail Marzuki SH juga turut bereaksi memberikan komentar.

Ormas Madas itu peduli Jurnalis dan pecinta Jurnalis, karena dalam keluarga besar Madas juga banyak para Jurnalis,” ujar H. Berlian Ismail Marzuki SH kepada media.

Pria yang dikenal Big Power tersebut juga mengatakan bahwa tidak seyogyanya seorang Kapolres Sampang memberikan pernyataan kontroversi didepan para Jurnalis.

Didalam negara demokrasi boleh lah siapapun memberikan komentar. Akan tetapi, jika kapasitasnya adalah seorang Kapolres tentu harus bisa dikesampingkan dahulu jika sekiranya pernyataan tersebut membuat gaduh.

Karena Kapolres Sampang adalah pejabat publik dan pengayom, pelindung bagi semua masyarakat banyak dan tidak sepantasnya masuk di ranah kepentingan apapun,” jelasnya.

H. Berlian Madas juga berujar, seharusnya Kapolres Sampang paham akan aturan dan kewajiban masing masing profesi agar tidak gampang masuk ke ranah yang bukan wilayah kerjanya.

Karena di era perkembangan, Polisi dituntut bekerja secara profesional, apalagi saat ini Polri sedang bertransformasi menuju Polri Presisi,” ungkapnya.

Terakhir, H. Berlian juga menyentil sikap Kapolres Arman yang terkesan
mencampuri dapur Jurnalis.

Apakah pantas sebagai Polisi menunjukkan sikap mencampuri kepentingan lembaga lain yang sudah jelas punya AD-ART atau aturan masing masing. Sehingga pandangan saya, selaku ketua umum MADAS jelas akan mendukung sikap semua temen temen Jurnalis,” tandasnya.

 

Tinggalkan Balasan