Disorot Jarang Ngantor, Camat Masalembu Sampaikan Alasan Tak Masuk Akal

Foto: Kantor Kecamatan Masalembu yang nampak berlumut, terkesan jorok dan tak terurus.

Sumenep, Detikzone.net – Viralnya berita Camat jarang ngantor dan cukup lama ada di daratan terus menggelinding ke permukaan Publik. Hal itu diketahui setelah aktivis KPK Nusantara melakukan investigasi kepulauan selama beberapa pekan dan menghimpun data akurat dari beberapa warga, anggota kepolisian hingga Kasi PMD Kecamatan Masalembu sendiri juga tak luput untuk dimintai keterangan. Senin, 23/05/2022.

Camatnya Jarang Ngantor dan ada di daratan mas, enak banget ya pejabat seperti itu. Sementara sebagai anggota kepolisian kita harus bekerja ekstra untuk menjamin keamanan warga disini,” ujar anggota kepolisian yang tidak mau disebut identitas aslinya.

Memang kurang bersinergi dan sak kareppe Dewe,” sambungnya.

Sementara, warga setempat inisial T dalam komentar terbarunya menyatakan Camat Maselembu seharusnya mampu setahap demi setahap memberikan perubahan dan kemajuan. Namun faktanya, pagar saja dibiarkan berlumut seperti kantor tidak terurus.

Bagaimana bisa membuat Kecamatan Masalembu ini lebih maju dari sebelumnya, jika Camatnya saja jarang ditempat, kantornya keliatan tidak terurus seperti itu,” tukasnya.

 

Terjunnya Aktivis KPK Nusantara ke Masalembu menindak lanjuti hal yang berkaitan dengan aspirasi rakyat yakni Pembangkit Listrik Tenaga Diesel yang sudah dua tahun lamanya mati hingga dikeluhkan oleh sebagian besar masyarakat yang harus merocek kantong pribadinya hingga puluhan juta untuk membeli Diesel demi terangi rumahnya masing masing.

Baca Juga : Ditanya Ihwal PLTD, Kades Masalima Sebut Kakaknya yang Jabat DPRD
Baca Juga : Oknum Pejabat Penjilat Proyek dan Penyalahgunaan Wewenang Dilaporkan Aktivis Kaki

Selain itu, infrastruktur jalan juga menjadi keluhan masyarakat dan harga LPG dan BBM yang melambung tinggi melebihi HET.

Kacau , kacau, kacau kalau di Masalembu ini kawan. Kepala desanya begitu, Camatnya tak ada di tempat dan jarang ngantor. Terus bagaimana mereka bisa menyerap aspirasi masyarakat? ,”tutur H. Zainal memberikan komentar terbarunnya di kantin Pemkab Sumenep. Senin, 23/05/2022.

Menurut H. Zainal, jika ada ASN yang makan gaji rakyat kemudian jarang masuk kantor dan tidak menunjukkan pengabdiannya kepada rakyat tentunya perlu campur tangan Bupati untuk mengevaluasi kinerja.

Ini menyangkut Marwah Kabupaten Sumenep taretan. Jabatan itu jangan dibuat seenak hatinya. Jabatan itu amanah,” keluhnya kepada Detikzone.net.

Terkait infrastruktur, aktivis berdarah Pantura ini mempertegas bahwa 90 persen Infrastruktur jalan di Kecamatan Masalembu rusak parah dan butuh perhatian pemerintah.

Tentunya masyarakat Masalembu ini tidak mau dianak tirikan, mereka mau keadilan yang merata. Baik kepulauan maupun daratan. Mereka bayar pajak, tentu menjadi harapan bagi masyarakat Masalembu agar Infrastrukturnya lebih baik. Kan sudah punya perwakilan yang menjabat DPRD Sumenep,” tegas dia dengan ekspresi serius di Kantin Pemkab siang tadi.

Foto: PLTD atau pembangkit listrik tenaga diesel yang sudah dua tahun lamanya tidak dilakukan perbaikan hingga masyarakat harus menguras kantong pribadinya untuk membeli Diesel secara mandiri.

H. Zainal berharap agar Pembangkit Listrik Tenaga Diesel ( PLTD ) yang sudah mati total selama 2 tahun bisa secepatnya dicarikan solusi karena sudah mencekik rakyat dengan harus membeli mesin diesel secara Mandiri.

Infrastruktur juga harus menjadi atensi agar pemerataan pembangunan bisa dirasakan oleh masyarakat. Khusunya di Kepulauan,” bebernya.

Berkenan dengan berita yang sudah tayang sebelumnya ihwal PLTD, Infrastruktur, Kades kurang responsif hingga Camat jarang ngantor dan keadaan kantor Kecamatan yang terkesan kotor dan berlumut , Detikzone. net kembali meminta klarifikasi kepada Camat Masalembu, Achmad Auzai Rahman.

Baca Juga : Tak Hanya PLTD Masalembu, Aktivis Ini Sentil Kades, Infrastruktur Hingga Camat Jarang Ngantor
Baca Juga : Dikeluhkan, Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kecamatan Robatal Buruk

Setelah dicerca beberapa pertanyaan, Redaksi Detikzone menerima jawaban melalui WhatsApp aplikasi yang dikirim sang Camat dengan kalimat yang berbanding 180 derajat dari pernyataan warga setempat, penyataan aktivis, anggota kepolisian hingga anak buahnya sendiri di Kecamatan.

Saya baru pulang dari masalembu. Kenapa saya di sumenep ? karena banyak tugas yang hanya bisa diselesaikan di Sumenep karena terkendala jaringan dan lain lain. Kami juga sedang menyiapkan pemeriksaan dari Inspektorat namun untuk pelayanan kepada masyarakat di Kecamatan tidak kami abaikan,” terang Camat.

Terkait PLTD, camat juga memberikan pernyataan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Masalembu tersebut memang dalam kondisi rusak berat.

Dua Tahun PLTD Masalembu Mati Total, Masyarakat Mengelus Dada Terangi Secara Mandiri

Sedangkan untuk biaya perbaikan membutuhkan biaya yang cukup tinggi, sehingga sampai saat ini masih kami carikan solusinya,” terang Camat.  Minggu, 22/05/2022. Malam.

Mengenai pagar tembok itu sudah kami mau laksanakan pemeliharaan namun mengingat kondisi cuaca yg masih sering hujan makanya kami tunda biar tidak sia sia pelaksanaan pekerjaannya,” demikian pernyataan Camat malui pesan WhatsApp kepada Redaksi Derikzone.net

Menanggapi klarifikasi Camat , Aktivis KPK Nusantara menyatakan bahwa kalimat itu hanya sebuah pembelaan seperti halnya anak kecil yang membutuhkan perhatian.

Masak iya, Sudah dua tahun PLTD mati total masih berusaha dicarikan solusi, terus masyarakat yang membeli Diesel secara mandiri ini dianggap banyak uang begitu. Masyarakat lho yang dikorbankan,” tegas dia.

Intinya alasan yang disampaikan pak Camat ini tidak berbobot dan cari pembenaran saja. Biar publik nanti yang bisa menilai,” tutupnya .

Guna menindak lanjuti, Aktivis Nusantara, H. Zainal Fattah bersama awak media langsung menghadap Sekdakab Kabupaten Sumenep di kantornya.

Saya sudah Hubungi camat dan akan saya tindak lanjuti,” kata Sekda, Ir. Edy Rasyadi, M.Si.

 

Tinggalkan Balasan