Tak Hanya PLTD Masalembu, Aktivis Ini Sentil Kades, Infrastruktur Hingga Camat Jarang Ngantor

Foto: Kantor Kecamatan Masalembu.

Sumenep, Detikzone.net- Meradangnya masyarakat desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep ihwal PLTD yang selama dua tahun mati total tanpa ada perbaikan hingga dilakukan penerangan mandiri dengan membeli Diesel membuat aktivis L-KPK-N DPC Sumenep geram. Ahad, 22/05/2022.

Pasalnya, persoalan di kepulauan Masalembu tersebut menurut H. Zainal tidak hanya itu saja namun masih banyak persoalan yang lebih mencekik rakyat.

Selain BBM dan harga LPG yang mahal, Kades masalima juga terkesan kurang responsif terhadap pengaduan, apalagi tempat pelayanan masyarakat yang kumuh dan berlumut di Kecamatan Masalima ini,” katanya.

Menurut Zainal, Kades Masalima harusnya responsif dan menunjukkan kecintaannya kepada masyarakat dengan berdiskusi layaknya pemimpin pemberi solusi.

Kades yang satu ini aneh sekali, masak iya ketika kami menanyakan terkait PLTD, dirinya menyuruh saya bertanya lebih lanjut kepada Kakaknya yang menjabat Dewan bernama Darul. Sebetulnya Kades Masalima ini Pimpinan desa atau siapa? ,” ucap H. Zainal .

H. Zainal saat melakukan konfirmasi terkait PLTD yang sudah dua tahun lamanya mati total hingga masyarakat meradang dengan biaya jutaan yang dikeluarkan untuk membeli Diesel secara mandiri.

Padahal kata H. Zainal, Kades Masalima itu sudah terpilih selama dua Periode, namun faktanya kurang mengedepankan aspirasi masyarakat yang sedang dilanda galau.

Masyarakat banyak mengeluh terkait PLTD yang harus keluar dari kantong pribadi. Bukan berarti masyarakat mau mengemis agar Kades ini membayar Diesel yang sudah dibeli masyarakat. Namun solusinya bagaimana? Kok sepertinya enak makan, enak tidur namun masyarakat dibiarkan sengsara,” jelas dia.

Baca Juga : Dua Tahun PLTD Masalembu Mati Total, Masyarakat Mengelus Dada Terangi Secara Mandiri

Sebab, lanjut H. Zainal, bagaimanapun keluh kesah masyarakat itu adalah bagian dari tanggung jawab pemimpin desa yang harus diserap aspirasinya sehingga sampai ke Pemerintah Daerah.

Serap aspirasi masyarakat, tunjukkan solusinya. Karena sukses jadi Kades bukan dipilih oleh masyarakat Amerika tapi dipilih masyarakat Masalima,” ungka dia.

Terkait insfrastruktur, Aktivis yang dikenal idealis ini menambahkan bahwa 90 persen jalan di Masalembu itu rusak.

Padahal pulau Masalembu ini memiliki orang yang katanya hebat dan duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep yang di elu- elukan. Namun jalannya 90 persen rusak,” tegasnya.

Mau dibawa kemana nasib masyarakat jika seperti ini,” imbuh H. Zainal.

Sentilan aktivis senior itu-pun tak sampai disitu, Kantor Kecamatan Masalembu itupun dikritik kumuh, kotor dan berlumut seperti tak terurus.

Kantor Kecamatan juga Kotor, Kumuh dan berlumut, seperti bukan kantor saja. Padahal faktanya itu kantor Kecamatan,” terangnya.

Maklum, lanjut Zainal, Camat Maselembu, Achmad Auzai Rahman, sangat jarang ada di Pulau dan jarang ngantor. “Cuma sebelum bulan puasa saja yang ngantor ke Kecamatan. Setelah itu ada di daratan hingga detik ini,” beber H. Zainal.

Hal itupun dibenarkan oleh masyarakat setempat inisial T bahwa Camat Masalembu saat ini sedang ada di Daratan dan sudah cukup lama tidak ngantor.

Bagaimana bisa mengurus kantor kecamatan mas jika pak Camatnya jarang ngantor dan sampai detik ini ada di daratan,” terang informan terpercaya Detikzone net.

Sementara itu, konfirmasi terbaru melalui WhatsApp kepada Camat Masalembu belum juga dibalas hingga berita ini tayang untuk disajikan kepada publik.

L- KPK Nusantara bersama Detikzone net akan terus melakukan kolaborasi aktual untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat pulau Masalembu demi mewujudkan sila ke 5 yang berbunyi Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan