Pakai Mobdin dan Dikabarkan Todongkan Pistol, Pelakunya Diduga dari Keluarga Eks Camat

  • Bagikan

Sumenep, Detikzone.net -Pengemudi sebuah mobil dinas (Mobdin) milik pejabat Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus menjadi sorotan karena dikabarkan arogan degan menodongkan Pistol dan mengaku sebagai Kolonel. Sabtu, 07/05/2022.

Hal itu berawal dari sebuah video yang diteruskan oleh anggota grup WahatsApp yang berdurasi singkat 0.05 detik menunjukkan adanya sebuah mobdin bernopol M 1167 VP yang sedang melaju di jalan raya.

Yang punya mobil dinas ini arogan pada pemuda di pinggir jalan. Menodongkan pistol. Ngaku Kolonel,” demikian tulisnya. Kamis, 05/05/2022.

Diapun bertanya siapa yang punya mobil tersebut.

Tidak berhenti disitu, anggota grup yang lain juga turut bertanya, “Pistolnya dari mana ya ketua,” tanya Anggota grup.

Kemudian anggota grup yang lain juga berkomentar, “Itu perlu di selidiki apa pistol beneran atau mainan. Kalau mainan apa motififnya kok menodong dengan pistol itu,” komentar anggota grup yang lain.

Kemudian dijawab kembali oleh anggota grup, “Artinya pejabat begini harus ditertipkan oleh Bupati. Untung anak-anak ini masih keluarganya dekat dengan orang ngerti. Atau memang pejabat yang pakai mobil Plat Merah diberi senjata kayak dulu,” jawabnya.

Rasanya mon gik e sumenep anak anak mudanya masih sopan kok, beberapa kali saya juga menegur bila ada kumpulan motor yang diparkir agak ke tengah tinggal bilang saporanah permisi maaf mas numpang lewat, permisi ya tak pinggirkan motornya dikit. Mereka langsung otomatis berdiri juga minta maaf dan pinggirkan motornya sendiri. Mon sampe cekcok berarti ada salah satu pihak yang pasti sok kuasa atau arogan,” balas anggota grup yang lain.

Berkenan dengan itu, media ini melakukan investigasi dan penelusuran lebih jauh dan didapat bahwa penodongan pistol tersebut  diduga dilakukan kepada korban yang berinisial D.

Korban inisial D, dan pelakunya masih keluarganya mantan Camat. Pada malam itu juga korban langsung dibawa ke pelaku yang sembunyi di rumah orang tuanya di Kepanjin ,” ujar Informan terpercaya Detikzone.net yang namanya enggan dipublis.

Tidak hanya dugaan pengondisian korban, beberapa orang juga sudah dilibatkan untuk mengondisikan kasus ini, salah satunya adalah inisial H dan oknum ASN inisial A yang diduga memberi upah kepada wartawan agar tidak memperpanjang persoalan.

Sementara, keluarga korban dihubungi melalui sambungan WhatsApp belum juga diangkat dan dibalas.

Detikzone.net akan terus melakukan penelusuran lebih jauh dan lebih akurat hingga terang benderang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan