Safari Ramadhan, Bupati Ajak Camat dan Kades Sosialisasikan Program Sapu Tangan Biru

  • Bagikan
Foto: Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam (foto: Diskominfo)

Pamekasan, Detikzone.net-Bupati  Baddrut Tamam melanjutkan safari ramadhan di Kecamatan Tlanakan dan Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Madura. Rabu, 20/04/2022.

Dalam agenda silaturrahmi dengan tokoh agama dan masyarakat tersebut, pihaknya mempromosikan langsung produk wirausaha baru (WUB) kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Pamekasan mengenakan sarung produk lokal Pamekasan hasil pelatihan dari program wirausaha baru (WUB) .

“Sarung yang saya pakai ini produk asli Pamekasan. Insyaallah kualitasnya tidak kalah dengan produk lain,” kata bupati saat memberikan sambutan dalam kesempatan tersebut. Selasa (19/4/2022) sore

Demi kemajuan, Bupati Pamekasan mengajak kepala desa, dan camat untuk mensosialisasikan secara masif program ‘Sapu Tangan Biru’ atau sepuluh ribu pengusaha baru untuk mendorong ekonomi tumbuh dari bawah melalui strategi desa tematik.

“Program tersebut memberikan pelatihan gratis kepada masyarakat, memberikan bantuan alat produksi, bantuan modal dengan bunga nol persen, hingga fasilitasi pemasarannya baik online maupun offline,” jelasnya.

Lebih jauh Bupati bertutur, dirinya sempat menghitung perputaran uang di wilayah Madura menjelang lebaran Idul Fitri dari item pakaian saja mencapai Rp 2 triliun lebih. Tetapi uang sebesar itu mengalir ke luar daerah lantaran Madura tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar.

“Kenapa sedari awal abdina selalu mengatakan ayo pak camat, ayo pak klebun sosialisasikan bagaimana caranya sarung, songkok, sandal, tas dan kebutuhan lainnya bisa diproduksi di Kabupaten Pamekasan. Alhamdulillah sekarang sudah ada melalui program Sapu Tangan Biru,” tuturnya.

Dengan adanya program tersebut pihaknya mampu mendorong partisipasi masyarakat untuk memproduksi sarung, songkok dan lain-lain demi menunjang perekonomian masyatakat.

“Orang (Pamekasan, red) sebagian telah bisa memproduksi sarung, songkok, sandal, sepatu dan lain-lain tetapi tidak masif. Nanti bisa bekerja sama dengan pesantren-pesantren, masyarakat agar nantinya bisa masif,” tandasnya.

Penuh keyakinan, Bupati menambahkan, apabila uang masyarakat Madura dan Pamekasan secara khusus berputar di Pamekasan sendiri dipastikan Pamekasan akan menjadi kabupaten yang maju sesuai dengan keinginan bersama.

“Kalau kampung sejahtera, desa sejahtera, maka kabupaten ini akan sejahtera,” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan