Bupati Sampang Beberkan Alasan Logis  Soal Puskesmas Harus Dijabat Dokter

Foto: Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi

SAMPANG, Detikzone.net –  Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi beberkan alasan logis  soal Puskesmas yang harus Dijabat oleh Dokter.

Alasannya tersebut tidak serta merta  dibuat atas dasar kepentingan pribadi maupun kepentingan yang lain. Melainkan hanya demi meningkatkan  mutu  pelayanan kesehatan di wilayah kepemimpinannya agar semakin memberikan dampak positif kepada segenap masyarakat  untuk lebih baik.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengatakan bahwa kebijakan tersebut dilakukan karena ada beberapa alasan berdasarkan pengamatannya dari segi pelayanan dan tindakan medis yang dilakukan oleh Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Sampang.

“Saya melihat memang tidak ada greget dari suatu puskesmas kita yang tentunya menjadi notabene ujung tombak pelayanan yang ada di Kabupaten Sampang,” ucap Bupati saat dikonfirmasi patner media ini melalui telepon selulernya beberapa waktu lalu. Kamis 24/03/2022.

“Makanya saya instruksikan kepada Kepala Dinas Kesehatan agar seluruh Kepala Puskesmas wajib dokter karena yang mempunyai ilmu medis itu adalah dokter,” imbuhnya.

Lebih detail, orang nomor Wahid di bumi Bahari menjelaskan bahwa hal itulah yang menjadi pertimbangan kebijakan.

“Yang mempunyai ilmu medis adalah seorang dokter, sedangkan pelayanan adalah bagian SKM atau perawat,” jelas Bupati Idi.

Sehingga, lanjut Aba Idi sapaan familiar sang buoati, top manajemen dalam  Puskesmas akan terlaksana jika dijabat oleh dokter.

“Karena dokter ada sumpahnya, tentu dia harus bertanggung jawab ketika ada keluhan dari masyarakat terkait pelayanan kesehatan,” tegas Bupati.

Menurut suami tercinta H. Mimin Slamet Junaidi ini menadaskan, pelayanan terbaik dibidang kesehatan menjadi atensi wajib dibawah kepemimpinannya

“Saya ingin pelayanan kesehatan kepada masyarakat terlayani dengan baik, makanya saya minta dokter harus bertanggung jawab. Dan saya selalu tekankan kepada tenaga nakes kita, supaya memposisikan sebagai pelayan bukan sebagai pejabat,” tegasnya.

Dengan jawaban santun namun lugas, Tokoh berpengaruh di Jawa Timur ini menandaskan bahwa sejak tahun 2019 dirinya sudah meminta agar pelayanan kesehatan di Kabupaten Sampang harus diperbaiki.

“Tapi saya melihat dari tahun 2019 sampai 2020 biasa-biasa saja, kemudian di tahun 2021 melakukan evaluasi dan tahun 2022 saya membuat kebijakan itu,” ungkapnya.

“Harapan saya dengan adanya kebijakan ini masyarakat bisa terlayani dengan baik dan saya juga meminta kepada Kepala Puskesmas yang baru agar tetap menjaga dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat kita,” pungkasnya.

Sekedar informasi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 43 Tahun 2019 Pasal 44 ayat (1) tentang Pusat kesehatan masyarakat menjelaskan bahwa Kepala Puskesmas diangkat dan diberhentikan oleh bupati/wali kota.

 

 

Tinggalkan Balasan