Gelar PKD, Ketua PCNU Bawean: Ketua PCNU di Indonesia Ini Rata-rata PMII

Bawean, Detikzone.net- Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Harun Thohir Bawean melaksanakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) ke IV. Kegiatan dipusatkan di Balai Desa Gunungteguh, Kecamatan Sangkapura dengan mengusung tema “Panyaman Tedung, Pabenyak Ngakan, Pakorang Aajher”, Sabtu (26/03/2022).

Turut hadiri dalam pembukaan PKD ini, diantaranya: Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bawean Kiai Muhammad Fauzi, Baharuddin Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Bawean, Kepala Desa Gunungteguh Abdul Haris, Maskum Sekretaris Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Gresik dan Ketua Pengurus Komisariat (PK) PMII Harun Thohir Bawean Moh Fidaus.

“Saya dulu itu mungkin satu-satunya pengurus NU yang tanpa melalui proses dari ranting maupun MWC. Dan satu-satunya organisasi yang pernah saya ikuti adalah hanya PMII”, ungkap Kiai Fauzi, sapaan akrabnya, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bawean sebelum menutup PKD ini dengan do’a.

Menurutnya, ketua-ketua PCNU yang ada di Indonesia ini adalah rata-rata berlatar belakang PMII, karena kader-kader PMII mengerti tata kelola organisasi. Dan ia mengandaikan jika santri shalaf yang meminpin tentu tidak sesuai kecuali ada di jajaran Syuriyah. Harus melalui pelatihan kaderisasi.

“Oleh karena itu, sahabat PMII harus mempersiapkan diri sejak sekarang. Jangan anggap akan jadi mahasiswa abadi tapi pikirkan juga untuk proses-proses selanjutnya, seperti di Ansor, Fatayat, Muslimat dan di NU disamping nantinya juga akan berkeluarga. Hal ini tentu dengan konsisten dalam berproses”, katanya.

Ia juga mengharap dari kader Korp PMII Putri (Kopri) nantinya juga ada yang menjadi da’i agar ketika ada kegiatan keagamaan keperempuanan yang ceramah bukan hanya dari para kiai. Disamping itu jajara Penguru Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat ini juga sudah mulai memasukkan dari kalangan perempuan. Dan ia menganggap hal ini tidak menutup kemungkinan PCNU Bawean juga akan memasukkan dalam kepengurusan dari kalangan perempuan ketika memang sudah ada yang mumpuni.

Hal berbeda yang disampikan oleh Kepala Desa Gunungteguh, Abdul Haris, ia berharap dengan pelatihan ini kader PMII bisa membawa pergerakan yang mampu menyelesaikan persoalan-persoalan dari akarnya demi perubahan Bawean ke depan.

“Bagaimana PMII ini jangan hanya berkutat pada pembelajaran secara teori tapi prakteknya juga harus dilaksanakan. Dan alhamdulillah Desa Gunungteguh ini sudah ke dua kalinya ditempati untuk kegiatan PMII, dan saya bangga karena yang hadir dalam pembukaan adalah orang-orang yang sudah dipercaya di masyarakatnya masing-masing,” paparnya.

Ia pun menganjurkan agar PMII juga bergerak di bidang kewirausahaan. Karena menurutnya peningkatan prekonomian di Bawean yang ia juga lakukan dalam program di desa, disamping sebagai pembelajaran dari sekarang untuk kader-kader PMII bisa mandiri.

Selain itu, Maskum, Sekretaris PC PMII Gresik, mengatakan bahwa, tanggung jawab bagi orang yang berpendidikan itu lebih besar, apalagi berbicara soal perubahan. Dan ini yang harus ditanamkan dalam diri kader-kader PMII sebagai agen perubahan.

“Harapan kami kepada peserta yang mengikuti pelatihan ini harus konsisten untuk mengikuti setiap materi yang sudah disiapkan. Sebagai kaum terpelajar maka kita juga harus belajar teori walau teori dengan praktek itu berbeda, karena teori tanpa praktek itu omong kosong dan praktek tanpa teori itu asal-asalan. Teori dan oraktek harus selalu beriringan,” terangnya.

Tinggalkan Balasan