Gelar Monev, Tim Inovasi Jatim Datangi Sejumlah SD di Sumenep

Sumenep, Detikzone.net- Tim Inovasi Jawa Timur (Jatim) melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ke sejumlah sekolah di enam kecamatan di Kabupaten Sumenep.

Monev tersebut dilakukan dalam rangka pelaksanaan pembelajaran Kurikulum Darurat (Kurdar) dan Gerakan Literasi Baca Tulis dan Hitung (Gisibalistung) yang dilaksanakan guru  yang sebelumnya mengikuti Workshop Kurdar maupun Gisibalistung yang dilaksananakan Tim Inovasi bersama Dinas Pendidikan setempat.

Provincial MERL Officer Inovasi Jatim, Triyana Damayanti, disela-sela kegiatan Monev di SDN Paten II, mengungkapkan pihaknya bersama Tim Inovasi Kabupaten Sumenep dan Tim Pengawas Sekolah dari Dinas Pendidikan kabupaten Sumenep melaksanakan Monev sejak hari Kamis, tanggal 24 Maret 2022 lalu hingga hari ini Sabtu tanggal 26-03-2022 ke sejumlah sekolah di enam kecamatan, yakni di Kecamatan Batuan, Saronggi, Kalianget, Gapura, Dungkek dan Giligenting yang masing-masing kecamatan dipilih dua sekolah.

“Dari hasil Monev ini diharapkan nantinya akan  diteruskan Dinas Pendidikan secara bertahap hingga semua kecamatan di Sumenep bisa dilakukan kegiatan yang sama,” ujar Triyana, Sabtu (26/03/2022).

Dikatakan, pada intinya kegiatan Monev ingin membudayakan analisa atau penyiapan kegiatan untuk guru dalam melaksanakan program berdasarkan hasil data. syukur jika nantinya para pengawas yang terlibat dalam supervisi saat ini bisa terus melakukan hal yang sama ke sekolah-sekolah yang lain.

Sehingga diketahui beberapa kendala yang dialami sekolah, apa yang harus diperbaiki agar Dinas Pendidikan kemudian memunculkan kegiatan berdasarkan kebutuhan setempat yang  memang sesuai pengembangannya.

Meskipun diakui, jika muara besarnya nantinya kepada siswa, melalui Monev ini akan mengetahui  upaya kreatifitas guru, dan kedepan pengukurannya tidak hanya kepada guru, namun juga kepada siswa, sehingga tidak hanya guru yang pintar namun hasilnya siswa juga pintar.

Bahkan, saat ini sudah ada guru yang mengembangkan dengan sebuah aplikasi hasil penilaian yang disempurnakan dengan hanya meng-klik mana yang salah akan keluar sendiri hasilnya.

“Jadi tidak berhenti disini meskipun kurikulum berganti program tetap bisa dilaksanakan, para pengawas tetap bisa melakukan monitoring, sehingga Dinas Pendidikan nantinya akan memiliki basic data yang riil di lapangan,” tambahnya.

Sementara Kepala SDN Patean, Muhammad Slamet, S.Pd, mengakui dengan kegiatan Monev yang dilakukan Tim Inovasi dan Pengawas Sekolah tentunya diharapkan dapat memicu para guru khususnyadi sekolahnya untuk lebih kreatif lagi dan diharapkan adanya peningkatan dalam pelaksanaan pebelajaran dengan paradigma baru yang berpusat pada  peningkatan pembelajaran bagi siswa. Tentunya sebagai penanggung jawab pendidikan di lembaganya, pihaknya akan terus berupaya memenuhi kebutuhan siswa dalam memperoleh pendidikan dengan baik.

“Kami sangat bersyukur disamping mendapat pelatihan bagi guru dalam melaksanakan pendidikan sesuai kurikulum darurat, gisibalistung dan sebagainya tentu akan semakin termotivasi ketika dilakukan monev sehingga diketahui hasilmya dan apa yang perlu dilakukan pembenahan,” tandasnya.

Diakui, jika kondisi Sekolahnya yang seringkali dihadapkan pada komidisi banjir, kerusakan atap sekolah hingga rembasan air di dinding sekolah, membuatnya bersama para guru harus berpikir keras bagaimana pembelajaran tetap bisa dilaksanakan dengan baik dengan menyesuaikan sarana dan prasarana yang bisa menunjang pembelajaran tidak tertinggal dengan sekolah lainnya, hingga menjadi sekolah rujukan yang terus berinovasi.

Hal senada diungkapkan Plt. Kepala SDN Gunggung I, Moh. Kasim, S,Pd, M MPd. Menuritnya, kegiatan kunjungan  Monev sangat menguntungkan sekolah maupun guru di sekolahnya. Sebab, dengan Monev akan diketahui perkembangan para guru yang telah mengikuti pelatihan Kurdar maupun Gisibalistung, sehingga akan diketahui sejauhmana perkembangan yang dilakukan para guru baik dikelas rendah dan kelas tinggi dalam melaksanan materi dalam pelatihan sebelumnya.

“Kami bersyukur dengan kehadiran tim Monev ini sehingga akan ada perbaikan dari hasil masukan yang diberikan kepada para untuk terus memperbaiki menjadi lebih bagus dari kegiatan pembelajaran sebelumnya,” ujarnya.

Bahkan, tidak hanya itu, Moh. Kasim, mengaku setiap melaksanakan program kegiatan pembelajaran maupun tugas lainnya, pihaknya tidak lupa membekali para guru dengan Surat Keputusan (SK) seperti halnya SK tentang Tim Pengembangan Kurikulum Darurat Covid-19, sehingga setiap kegiatan terkonsep dan memiliki bukti yang nantinya bisa menjadi penunjang dalam pelaksanaan program lainnya.

“Kami berharap kegiatan ini akan berdampak pada peningkatan Sumebrdaya Manusia khususnya para guru pengajar agar terus mengasah potensi dan terus ingin belajar  berkreasi dan berinovasi serta melakukan yang lebih baik kedepannya,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan