Kasus Nelayan Cantrang di Bawean, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Gresik, Detikzone.net- Atas kasus penangkapan ikan dengan menggunakan alat cantrang oleh warga asal Lamongan di Perairan Bawean beberapa waktu lalu, dengan ini Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Gresik telah menetapkan satu tersangka. Diketahui tersangka, Rudi Winoto Maskhomar (44), asal Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

Untuk kasus ini, sementara Polisi hanya menetapkan satu tersangka Nahkoda. Selain itu para crew anak buah kapal (ABK) yang berjumlah 15 dibebaskan dan sebagian menjadi saksi.

Satpolairud Polres Gresik, Aiptu Hajar Widagdo, membenarkan atas penetapan tersangka. Usai dilakukan penyelidikan dan penyerahan alat bukti ke kantor Satpolairud, tersangka sudah ditahan di balik jeruji besi.

“Tersangka Nahkoda kapal motor (KM) Barokah Ilahi IV”, terangnya, Jum’at (25/3/2022).

Diketahui, kasus ini akan berlanjut ke tahapan selanjutnya yakni penyidikan. Yang nantinya akan ditindak lanjuti di Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Gresik.

“Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) sudah dikirim ke Kejaksaan”, katanya.

Disamping itu, polisi juga mengamankan barang bukti yang berupa Kapal Nelayan, yang saat ini sedang diparkir di Pelabuhan Bawean. Kemudian, juga ada dua set jaring payang, GPS kapal, dan hasil tangkapan ikan sebanyak 7 kwintal.

Sebelumnya, warga Bawean yang tergabung Kerukunan Nelayan Bawean (KNB) resah dengan maraknya penagkapan ikan menggunakan alat cantrang di Pulau Bawean. Nelayan KM Barokah Ilahi IV pun ditangkap warga Bawean di Perairan Tanjung Anyar Desa Lebak, Bawean. Karena menggunakan alat yang dilarang itu pada tanggal 13 Maret 2022 lalu.

Untuk mempertanggung jawaban perbuatannya, tersangka dikenanakan pasal 75 jo pasal 9 dan 100 huruf (b) UU No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 2004 tentang Perikanan.

Berita dari Kabiro Kab, Gresik Abdul Hamid

Tinggalkan Balasan