Ponpes Tahfidz Bawean Gelar Isra’ Mi’raj, Begini Pesan Pengasuh pada Santri

KH Nashiruddin, pengasuh pondok pesantren Tahfidzul Qur'an Kalimalang saat memberikan tausiah di peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW

Gresik, Detikzone.net – Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Kalimalang melaksanakan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dikemas dengan Imtihan Madrasah Diniyah serta haul al-maghfurlah H Syafi’i yang merupakan ayahanda dari KH Nashiruddin selaku pemangku Pondok Pesantren. Kegiatan digelar di aula gedung Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Azhar Kalimalang Kecamatan Sangkapura, Minggu (13/03/2022) malam.

“Karena ini dikemas dengan acara imtihan tentu kami menginginkan seluruh santri bisa tampil di atas panggung sesuai kemampuan masing-masing. Sementara tinggal satu penampilan santri yang cukup bergengsi yaitu cara cepat bisa baca kitab kuning dengan metode Al-Miftah, menginginkan waktu sudah larut malam sehingga tidak memungkinkan untuk ditampilkan,” tutur KH Nashiruddin, pengasuh pondok pesantren Tahfidzul Qur’an Kalimalang.

Kiai Nashiruddin, mengatakan bahwa beberapa santrinya telah lolos dalam mengikuti seleksi Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Tahfidz tingkat Kecamatan Sangkapura, sehingga nanti akan maju ke babak tingkat Kabupaten Gresik yang akan digelar pada bulan yang akan datang.

“Insya’allah nanti santri kami akan maju ke tingkat kabupaten usai memenangkan lomba MTQ dan Tahfidz baik tingkat 30 juz, 20, 10, 5 dan 1 juz di tingkat kecamatan kemarin. Dan mohon doa restu kepada para wali santri semoga nanti bisa berhasil di tingkat kabupaten sehingga bisa memeberikan warna baru bagi pondok pesantren ini,” harapnya.

Ia berharap, semoga santri-santri yang dipercayakan oleh para wali santri yang telah dititipkan di pondok pesantren ini kelak menjadi orang-orang yang mampu dalam mengamalkan ilmunya dan bermanfaat bagi orang lain.

“Sebagaimana firman Allah SWT ‘Yarfaillahulladina amanu mingkum’, bagaimana cara menjadi orang berilmu yang beriman. Sebagaimana yang disampaikan guru kami ‘yarfa” ini merupakan ‘fi’il mudharik’ yang mempunyai arti Allah bakal mengangkat. Jadi, yang namanya bakal ngakat ini butuh proses. Sementara Rasulullah saja masih lama untuk membumikan Tauhid. Semuanya butuh proses,” jelasnya.

Kemudian ia melanjutkan, lafaz ‘Allah’ dari kata ‘Yarfaillah’ mempunyai arti tidak ada satupun yang bisa mengangkat derajat seseorang kecuali hanya Allah. Ia juga menekankan bahwa derajat orang tidak dapat diangkat dengan harta bahkan dengan kecerdasan sekalipun melainkan hanyalah Allah SWT.

“Dan saya berharap kepada para wali santri mohon kerja samanya ketika santri pulang ke rumah jangan sampai dikasih pegang Handphone, karena Hp ini sangat berpengaruh bagi daya ingat santri dalam menghafal Al-Qur’an,” pesan Kiai Nashiruddin.

Tinggalkan Balasan