Pantai Bawean Tercemari Sampah, Ini Harapan Aktivis Lingkungan pada Pemerintah

Gresik, Detikzone.net – Permasalahan sampah di Bawean kian menjadi momok yang belum terselesaikan, utamanya di area pesisir pantai. Melihat kondisi itu, tidak ketinggalan berbagai kelompok peduli lingkungan di Bawean, Santri Tahfidz Madrasatul Qur’an Mambaul Falah dan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Raden Santri Gresik (RSG) Bawean yang perihatin dengan kondisi pantai yang terus menumpuk dengan sampah ini.

Melihat kondisi yang tidak elok dipandang ini mereka peduli dan melakukan kegiatan bersih-bersih pantai di Bawean tepatnya di kawasan Pantai Labuhan, Kecamatan Tambak. Kegiatan ini dipelopori oleh salah satu dosen STIT, Buruddin, yang didamping beberapa dosen dan guru lainnya.

“Harapan kami dengan kegiatan ini pihak pemerintah merasa tersentuh, yang seharusnya mempunyai kewenangan dalam penanggulangan sampah yang ada di pesisir pantai ini, khusunya di tempa-tempat yang sering dikunjungi banyak orang seperti di pantai Labuhan ini,” papar Guntur salah satu guru pendamping dalam kegiatannya ini saat dikonfirmasi, Minggu (13/03/2022).

Ia menekankan, bahwa pemerintah seharusnya melakukan tindaklanjut terkait pembersihan pantai di Bawean. Supaya kealamian dan keindahan pantai yang ada tetap dirasakan. Dan ketika Bawean terus dicemari dengan sampah-sampah maka keindahan Pulau Bawean sudah tidak akan kelihatan indah lagi.

“Dan pemerintah memang harus ada keseriusan dalam penanganan ini. Karena tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Bawean belum terfasilitasi, sehingga masyarakat kesulitan untuk membuang sampah dan ujung-ujungnya sampah menumpuk di pesisir pantai semua,” tegas Guntur mantan aktivis PMII dan juga aktivis lingkungan ini.

Pihaknya, juga berharap pemerintah benar-benar serius dalam melakukan penanggulangan sampah ini dengan melakukan follow up atau tindaklanjut terkait sampah yang berserakan di Pulau Bawean. Karena tidak bisa dipungkiri setiap hari masyarakat pasti akan membuang sampah.

“Seumpama pemerintah tidak serius dalam penanganan sampah ini, kemungkinan teman-teman mahasiswa STIT dan santri Tahfidz Madrasul Qur’an akan terus melakukan kegiatan yang serupa dengan membersihkan pantai-pantai yang masih tercemari dengan sampah”, terangnya.

Tinggalkan Balasan