Baddrut Tamam Perintahkan Camat Sampaikan Program Pemkab Pamekasan

PAMEKASAN, Detikzone.net. Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menginstruksikan kepada para Camat di 13 Kecamatan untuk menyampaikan program yang diusung Pemerintah Kabupaten Pamekasan kepada masyarakat yang tersebar ke seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (11/03/22).

Baddrut Tamam menjelaskan bahwa Pemkab Pamekasan mempunyai program yang berhubungan langsung dengan masyarakat bawah, namun belum diketahui oleh khalayak ramai. Diantaranya, Beasiswa Pendidikan dan Wirausaha Baru.

Maka tugasnya Pak Camat untuk mensosialisasikan di balai desa, ajak bawahannya untuk hadir di balai desa. Pak Kepala Desa ajak masyarakatnya, program Pemkab ini harus sampai ke bawah,” kata Baddrut Tamam.

Berkenaan dengan beasiswa pendidikan, suami dari Nayla Baddrut Tamam memaparkan bahwa beasiswa tersebut berupa beasiswa Santri, beasiswa Kedokteran yang bekerjasama dengan Universitas Airlangga Surabaya dan beasiswa lainnya.

Tahun 2021 ada lima orang yang menerima beasiswa kedokteran, 15 anak Pamekasan yang lulus Polisi kerja sama dengan Polda Jawa Timur, juga ada program ribuan beasiswa santri. Kami akan menyiapkan Sumber Daya Manusia Pamekasan masa depan,” paparnya.

Adapun tentang program Wirausaha Baru (WUB), Mas Tamam dalam sambutannya menyatakan tentang tujuan diadakannya program tersebut yang tak lain untuk mengangkat ekonomi masyarakat dengan menyediakan pelatihan usaha gratis, memberikan pinjaman modal dengan bunga rendah satu persen selama satu tahun, bantuan alat hingga fasilitasi pemasaran baik secara offline maupun online.

Urusan nanti tertarik atau tidak itu urusan belakang, yang tidak bagus itu kalau masyarakat tidak tahu kalau ada program itu,” tegasnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Pamekasan tersebut berharap agar masyarakat memanfaatkan program yang disediakan Pemkab dengan sebaik mungkin. Terutama program Wirausaha Baru yang tak lain untuk mengangkat ekonomi masyarakat Pamekasan.

Misalnya usaha memproduksi sandal jepit, selama ini kita kan tidak berpikir kesana. Kalau sandal jepit diproduksi oleh masyarakat Pamekasan sendiri, uang akan berputar di Pamekasan, tidak keluar,” pungkasnya.

.

Tinggalkan Balasan