Kurikulum Kuliah Kampong IKDT Bersama Dr. Iksan Subur Karamaha, M.Si

  • Bagikan
Foto: Ketua Umum IKDT Kabupaten Halmahera Selatan, Dr. Iksan S. Karamaha

Halsel, Detikzone.net- Ikatan Komunitas Desa Togale (IKDT) Kabupaten Halmahera Selatan turut mengambil bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jalur pendidikan informal yang namanya Kuliah Kampong.

Pada saat ini, kuliah kampong telah menggema disetiap desa togale, karena merupakan program strategis organisasi yang menciptakan atmosfir pengetahuan disetiap desa togale, sehingga komunutas masyarakat desanya menjadi masyarakat yang terus berpikir,” pungkas Ketum.

Kuliah Kampong sebagai salah satu kegiatan pembelajaran pada pendidikan informal mendapat isyarat dari Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 bersamaan dengan jalur pendidikan formal dan nonformal.

Kendati demikian, ketiga jalur pendidikan ini memiliki karakter pelaksanaan yang berbeda terutama dalam sistem pembelajaran di wilayah persekolahan, masyarakat dan keluarga serta lingkungan sekitarnya. Kata Iksan selaku mantan guru.

Secara kontekstual, setiap desa di kabupaten halmahera selatan memiliki partisipasi masyarakat dalam pembangunan yang masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya pengetahuan masyarakat desa itu sendiri. Karena itu kuliah kampong adalah pilihan yang tepat untuk membentuk pengetahuan komunitas masyarakat desa,” lanjut Iksan.

Sehingga menurut ketum IKDT, bahwa agar kuliah kampong memiliki arah dan pengetahuan yang terukur serta berbasis tuntutan dan kebutuhan komunitas desa, maka IKDT dapat merumuskan kurikulum pembelajaran untuk peserta kuliah kampong yang mencakup :
1).Otonomi Desa, 2).Penduduk Desa ,3). Desa Membangun , 4). Potensi Desa, 5). Politik Desa, 6). Pemerintahan Desa
7.) Kaderisasi Desa, 8). Kebijakan Desa, 9). Perencanaan Desa, 10). Monev Pembangunan Desa, 11). Adat dan Istiadat Desa, 12). Pelestarian Cakalele Desa, 13). Keuangan Desa, 14). Berpikir Desa, 15). Konflik Desa.

Kurukulum pendidikan informal atau bahan ajar yang dikemas dan disampaikan dalam kuliah kampong merupakan seperangkat alat pembelajaran yang bertujuan hanya untuk membentuk pengetahuan (kognitif) pada komunitas masyarakat desa sebagai peserta perkuliahan, dan tidak sampai pada pembentukan phisikomotorik dan afektif peserta. Karena sasaran kuliah kampong ini adalah mereka para orang dewasa yang telah memiliki kematangan dalam mentalitas maupun pekerjaan (skill) tertentu di desanya sehingga fokus kami hanya pada transfer pengetahuan semata untuk menjadi alat berpikir terhadap kehidupan di desanya.

Berbagai muatan pembelajaran kuliah kampong yang dirumuskan ini kami berharap akan menjadi sumber pengetahuan secara partisipatif dalam melahirkan pikiran dan gagasan untuk membentuk dirinya dan desanya. Selain itu pula dengan kuliah kampung akan terbentuk desa-desa yang berbasis pengetahuan, desa yang disegani, dan mencapai desa yang maju dan mandiri dalam menghadapi kemajuan dan teknologi yang kian pesat ini,” jelasnya.

Pengetahuan yang diperoleh melalui kuliah kampong, kata dia, menjadi salah satu solusi dan bekal yang diharapkan komunitas masyarkat desa togale secara khusus.

Kemudian menurut ketum IKDT, bahwa dalam minggu ini safari kuliah kampong akan berpindah ke zona gane di desa Cango Kecamatan Gane Barat setelah melakukan kuliah kampong di zona Bacan.

Dan setelahnya akan berpindah ke zona obi. Hal ini dilakukan karena desa-desa togale berada pada tiga zona ini,” tutup Dr. Iksan Subur Karamaha.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan