Cetak Guru Profesional, Ma’arif NU Bawean Gelar Pelatihan

Sangkapura, Detikzone.net-  Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Bawean menggelar Stadium General dan Diklat Kurikulum Prototype untuk para Kepala Sekolah dan Madrasah se-Bawean.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Prof. Dr. H. Masykuri, Rektor Unisma, yang dipusatkan di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Raden Santri Gresik Bawean, Sabtu (26/02/2022).

Saya sangat senang sekali bisa bertemu dengan orang-orang hebat di Forum ini, karena bisa terpilih menjadi Kepala Sekolah atau Kepala Madrasah. Dan maju mundurnya Bawean tergantung kepada bapak-ibu sekalian,” ucap Prof Masykuri.

Ia menjelaskan kepada peserta agar memperbanyak mimpi, yang mimpi itu bisa diwujudkan. Sehingga pulau Bawean ini menjadi pusat pengembangan pendidikan dan lokal wisdom dengan kearifannya.

Persoalannya adalah karena kita masih selalu berada di Zona nyaman. Dalam masa perubahan global kita harus adaptif terhadap setiap perubahan. Kalau hidup anda sebagai Kepala Madrasah atau Sekolah selalu gelisah dengan perkembangan pendidikan berarti disitu ada tanda-tanda kehidupan. Tapi kalau tidak ada kegelisahan jangan berharap ada tanda-tanda kehidupan,” katanya.

Ia mengaku dirinya memang suka kerja dan kerja. Menurutnya, orang ketika ikhlas dalam bekerja itu pasti totalitas dan jika tidak ikhlas jangan berharap akan totalitas.

Mereka selalu transaksional dalam bekerja, maka sebuah keikhlasanlah sebuah Pendidikan akan maju dan berkembang. Karena di dalamnya dihuni oleh orang-orang yang hebat dan totalitas,” tegasnya.

Prof Masykuri, juga mengibaratkan sebuah gunung di Bawean yang tidak terlalu tinggi dan besar, namun di dalamnya ada dewa-dewa besar. Dan bolehlah ada danau yang tidak terlalu dalam tapi di dalamnya ada naga-naga yang hebat.

Kita analogkan Bawean itu harus seperti itu. Bolehlah Bawean jauh dari perkotaan tapi ‘Condro Dimokonya’ pendidikan ada di Bawean. Bagaimana caranya? Ini tergantung kemampuan bapak-ibu sekalian dalam melakukan rekayasa-rekayasa,” terangnya.

Pihaknya menyampaikan, dalam Quote-nya, sebagai seorang ‘leader’ berarti sebagai seorang pelayanan bukan elitis. Dan sebagai leader harus bisa menerima masukan dari siapapun bahkan dari ‘cleaning service’ sekalipun, jangan anggap dan pandang mereka remeh karena ia juga memiliki kontribusi.

Ketika saya harus berkumandang Unisma itu bersih, Unisma itu indah, Unisma itu nyaman itu karena dihuni oleh ‘cleaning service’ yang bertanggung-jawab. Siapa yang hebat disitu, bukan rektornya tapi cleaning service-nya. Begitu juga seorang administrator dia bisa mengoperasionalkan terhadap tekhnologi informasi yang bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, bukan rektornya yang hebat tapi dia,” tutur wakil ketua forum rektor se Indonesia ini.

Ia mencontohkan ketika seorang guru menyajikan menu-menu yang menarik karena kurikulumnya betul-betul menarik dan sekaligus dilakukan proses pembelajaran yang menarik pula. Sehingga proses pembelajaran dilakukan dengan ‘inter time’, tidak menyebalkan sehingga tidak membosankan.

Mari kita lakukan komitmen bersama untuk melakukan sebuah lompatan-lompatan demi perkembangan pendidikan di Bawean ini. Jadi, kita jangan mengharapkan gaji dulu, dan gaji nomor sekian dulu. Sekarang karya apa yang bisa kita torehkan terlebih dahulu”, pungkasnya.

Sementara itu, R.Abdul Aziz, ketua LP Ma’arif NU Bawean, menceritakan bahwa Unisma sudah melakukan kerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bawean, kemaren Kamis, (24/02/2022). Pihaknya, menjelaskan dengan ini Ma’arif kedepanya akan melakukan banyak hal.

Diantaranya kita bisa membuat kilau Bawean. Contoh, sekolah unggulan nanti bagaimana bisa berdiri di Pulau Bawean, dan saya sudah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak. Sementara rohnya pendidikan adalah guru, sepanjang guru mau merubah pendidikan maka saya yakin lembaga pendidikan itu juga akan berubah,” tandasnya.

 

Tinggalkan Balasan