Dinkes dan KB Sumenep Minta Masyarakat Waspadai Penyakit TBC

Foto: Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes dan KB Kabupaten Sumenep, Kusmawati

Sumenep, Detikzone.net- Dinas Kesehatan (Dinkes) dan KB Kabupaten Sumenep, mencatat perkembangan penyakit TBC (Tuberkulosis) hingga saat ini masih tinggi.

Berdasarkan data di Dinkes dan KB, tercatat ada 1.824 pasien yang ditemukan positif TBC.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes dan KB Kabupaten Sumenep, Kusmawati, mengatakan, penyakit TBC tersebut tersebar di berbagai kecamatan, dan perkembangannya masih tinggi.

Penyakit TBC ini, harus kita waspadai, karena penyakit ini lebih berbahaya dari Omicron/Covid-19. Total pasien yang berhasil ditemukan sebanyak 1.824 pasien,” kata Kusmawati saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Rabu (23/02/2022).

Sesuai data pada tahun 2020 angka kasus TBC yang ternotifikasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep tercatat 1.271 kasus.

Namun angka ini, hanya 57% dari 2.200 perkiraan kasus TBC yang ada di Kabupaten Sumenep.

Angka temuan kasus ini juga mengalami penurunan menjadi 77% jika dibandingkan 2019 di mana capaian penemuan kasus 87%.

Kesuksesan pengobatanpun baru mencapai 88% masih ada 12% terdiri dari gagal pengobatan, 0,1%, meninggal 5%, drop out 4,6% dan pindah 0,7%. (Dinkes Kabupaten Sumenep, 2020).

Disinggung soal perbedaan penanganan Covid-19 dengan TBC, Kusmawati menjelaskan jika memang ada perbedaan penanganan dari dua penyakit itu.

Kalau menurut saya, penanganan Covid-19 itu lebih mudah dari TBC, TBC itu membutuhkan waktu yang lama, dan obatnya juga khusus,” katanya 

Lebih jauh Kusmawati menjelaskan jika pada tahun ini penanganan TBC akan dibawah naungan langsung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Sedangkan obat untuk pasien TBC, akan diberikan secara gratis. Dan mulai direalisasikan pada tahun 2022.

Paling tidak obat gratis sampai sembuh,” imbuhnya.

Ia berharap, TBC ke depan tidak lagi trending, minimal berkurang dari 100 persen. Karena, dengan adanya kader TBC yang sudah dilatih, dimungkinkan ada pasien-pasien TBC baru yang ditemukan. Sebab tugas para kader, memang mencari masyarakat yang diduga menderita TBC.

Kalau peningkatan insya Allah pasti ada, tapi mudah-mudahan tidak sampai 100%,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan