Haul Akbar Masyayikh Pondok Pesantren Mambaul Falah Bersama K.H. Ahmad Muwafiq

  • Bagikan
Foto: K.H Ahmad Muwafiq

Gresik, Detikzone.net- Acara haul Akbar Masyayikh Pondok Pesantren Mambaul Falah digelar di Komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Falah yang berada di dusun Tambilung, desa Soka Oneng, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Senin (21/2/2022), jam 19.00.

Acara Haul tersebut menghadirkan penceramah KH Ahmad Muwafiq atau yang akrab dipanggil Gus Muwafik dari Sleman, Yogyakarta. Dan dihadiri anggota Pengasuh pondok pesantren, wali santri, serta tamu undangan dari PC NU Bawean.

Ali Subhan sebagai Panitia haul menyampaikan, kegiatan Haul Masyayikh Pondok Pesantren Mambaul Falah ini dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari penyemprotan disinfektan bagi setiap tamu yang hadir, penggunaan masker dan jaga jarak dari mulai pintu masuk hingga di lokasi pengajian.

Dari awal pintu masuknya satu arah, pintu keluar juga satu arah, semuanya jaga jarak, menggunakan masker dan jamaah yang hadir juga disemprot dengan disinfektan,” jelas Ali.

Dalam haul tersebut Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur melalui zoom meeting yang diwakili oleh Asisten III Administrasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan, permohonan maaf dari ibu Khofifah Indar Parawansa tidak bisa hadir dalam halul ini karena ada kegiatan yang bersamaan.

Tradisi haul merupakan wujud menghormati dan mencintai para leluhur, para masyayikh pendiri pondok ini memiliki peranan penting dalam tumbuh dan berkembangnya Islam di Bawean, sudah sewajarnya sebagai penerus menghormatinya. Karena beliau dengan pondok besar ini berani mengatakan bahwa beliau seorang Waliyullah, berdakwa agama Islam yang dibawa oleh pendahulunya, termasuk ajaran Rasulullah SAW, guna mencerahkan umatnya,” ujarnya.

Foto: Kiai H. Mazlan Mansyur, Ketua Yayasan Ponpes Mambaul Falah

Dirinya mengajak segenap masyarakat agar melanjutkan tongkat estafet perjuangan para ulama pendahulu.

 “Mari kita belajar melanjutkan estafet perjuangan para pendahulu untuk menjaga warisannya. Seperti pendidikan Madrasah, ajaran ilmunya atau amalan sikap menjaga warisannya. Inilah yang sebetulnya menjadi hakekat cinta, hakikatul mahabbah yang sebenarnya kepada Allah SWT dan leluhur harus dimiliki dan dilestarikan dalam bentuk haul seperti ini,” ungkapnya.

Menurutnya tradisi haul tersebut untuk budaya sebagai upaya mengingat ajaran atau sosok yang berbudi luhur sehingga bisa mengaktualisasikan dalam jati diri para Santri.

Sementara KH Mazlan Mansyur, atau yang akrab dipanggil Gus Mazlan ( Ketua Yayasan dan Pengasuh Ponpes Mambaul Falah ), dalam sambutannya mengatakan acara Haul Akbar Masyayikh Mambaul Falah tersebut diperingati untuk selalu mengingat Pendiri dan Para pengasuh Ponpes Mambaul Falah yang telah tiada. Yang telah mencurahkan hidupnya untuk mengajar para Santri.

Acara dilanjutkan dengan Tausiyah dari Gus Muwaffiq yang mengulas tentang nilai-nilai pendidikan Islam, nilai-nilai sejarah perjuangan para Auliya ( Waliyullah ) dan Alim Ulama yang menyebarkan Agama Islam serta nilai-nilai keislaman di Indonesia.

Dalam pengajiannya, Gus Muwafiq membahas isu-isu terbaru dan memberikan penjelasan secara rinci yang mudah diterima.

Ia, juga dikenal sebagai kiai dengan pemahaman sejarah yang sangat mendalam, mulai sejarah peradaban manusia secara umum, sejarah Agama Islam pada masa kenabian, hingga sejarah Nusantara.

Tidak hanya itu, sejarah agama Islam di Indonesia, mulai awal perkembangan hingga saat ini. Ia dapat menjelaskan dengan jelas dan mudah difahami tentang setiap maksud dan makna filosofis dari setiap ajaran dan anjuran para wali /kiai tentang khas dalam berdakwah.

Beliau juga memaparkan, peradaban Islam tidak hanya di Indonesia, namun juga perdaban di jazirah Arab, Irak dan Iran ( Negara-negara timur tengah ) pada masa lampau dan masa saat ini.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan