Kinerja Aparat Kurang Greget, Tempat Hiburan di Sumenep Bebas Beroperasi

Foto: Salah satu bukti cafe tersebut menjual miras dan dijadikan tempat dugem.

SUMENEP, Detikzone.net-  Tempat Hiburan Malam (THM) yang berkedok warung makan, Cafe, dan tempat bermain billiard yang disinyalir menjual minuman keras dan menjadi tempat dugem melahirkan keresahatan Masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Berdasarkan vidio yang dikirim oleh narasumber ke meja redaksi ini, tampak jelas terlihat bahwa di lokasi tersebut tersedia minuman keras berbagai merk, salah satunya merk bir dan Black and white.

Dalam vidio tersebut, tampak sejumlah muda-mudi asyik berdugem ria dibawah kelap-kelip lampu khas diskotik, sambil tersedia minuman keras dan ditemani para LC.

Baca Juga : Terkait PJ Kades Berpolemik, Kadis DPMD Cuek Hadiri Panggilan Komisi I DPRD Sampang

Baca Juga ;Tanggapi Pilkades Matanair Secara Bar-Bar, Zainal Soroti Zainal

Menurut narasumber, keberadaan tempat hiburan malam ini‎ disinyalir masih belum mengikuti aturan daerah yang dikeluarkan Pemkab Sumenep.

Selain banyak yang tak berizin, masyarakat menduga keberadaan tempat hiburan malam ini menjadi lokasi yang rentan dengan aktifitas yang berbau negatif, apalagi saat ini masih pandemi Covid-19 yang tentunya dilarang berkumpul dan berkerumun.

Parahnya lagi tempat hiburan malam ini seolah-olah kebal terhadap hukum, meskipun buka sampai larut malam tidak ada aparat penegak hukum untuk merazia tempat tersebut, sehingga masyarakat berasumsi bahwa tempat tersebut mendapat bekingan aparat sehingga bebas beroperasi,”terangnya singkat.

Untuk memastikan vidio tersebut, awak media mencoba mendatangi mendatangi salah satu tempat hiburan malam yang berdasarkan pengakuan narasumber terletak di Jl. Arya Wiraraja Desa Gedungan, Kecamatan Batuan .

Sesampainya di lokasi, awak media bertemu dengan salah satu karyawan cafe dan menanyakan kebenaran vidio itu. Karyawan tersebut membenarkan terkait vidio tersebut berlokasi ditempat dimana dia kerja saat ini.

Iya benar, disini,” Jawabnya singkat. Sabtu (19-02-22).

Kedatangan awak media ke Cafe tersebut juga bertujuan untuk meminta klarifikasi kepada pemilik cafe yang diketahui bernama Robin. Namun pihaknya belum bisa ditemui dikarenakan sedang di Surabaya dalam rangka menghadiri Meeting.

Saya masih meeting di Kantor Chers Surabaya,” demikian balasan chat WhatsAp Robin kepada Detikzone.

Terkait kurang gregetnya kinerja aparat, awak media mencoba menghubungi Kasubag Humas Polres Sumenep melalui aplikasi WhatsApp, namun belum merespon, hingga berita ini dipublikasikan.

Berkenan dengan itu, Detikzone akan terus melakukan penelusuran lebih lanjut dan mencari fakta-fakta lainnya yang menyebutkan setidaknya ada tiga tempat hiburan malam yang berkedok cafe dan rumah makan di Sumenep.

Tinggalkan Balasan