PC Fatayat NU Bawean Gelar Pelatihan PPRG Demi Tingkatkan Pembangunan Desa Kompetitif

Bawean, Detikzone.net- Didasari dari pemahaman bersama bahwa kebutuhan penganggaran yang responsif gender teramat penting. Kesenjangan pelaksanaan prioritas pembangunan dapat dikurangi bahkan dihilangkan karena telah responsif terhadap kebutuhan gender.

Karena dasar itulah PC NU Fatayat menggelar Pelatihan PPRG (Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender) pada Senin sampai dengan Selasa ( 14 ~ 15 Maret 2022 ) di lantai 2 Aula Hotel Miranda. Dalam kesempatan acara tersebut dihadiri oleh Forkopincam Sangkapura ( Perwakilan ), Tanfidziah PC NU Bawean, Kepala Desa se-Kecaman Sangkapura, ketua BPD, Perangkat desa dan peserta dari unsur PKK.

Pelatihan ini digelar dalam rangka meningkatkan pembangunan desa kompetitif.

Bertindak sebagai narasumber adalah Nur Khosi’ah dari PW Fatayat NU Jawa Timur.

Kegiatan dibuka oleh ketua PC Fatayat NU Bawean, ibu Rafi’ah, M.Pd.I. Beliau menyampaikan bahwa penyusunan RPJMDes merupakan kewajiban Kepala Desa.

“Isu gender harus terintegrasi dalam RPJMDes. Integrasi ini merupakan akselerasi dari sebuah perencanaan yang akan diimplementasikan untuk mengurangi kesenjangan gender yang ada. Pemerintah Desa adalah struktur pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat,” jelasnya

Menurutnya, Ada banyak sekali permasalahan kesenjangan gender yang terjadi dimasyarakat karena beragam faktor. Akses, Partisipasi, Kontrol dan Manfaat (APKM) perempuan dan laki-laki dari semua kelompok masyarakat marginal dalam keseluruhan siklus pembangunan masih jauh dari harapan.

“Desa adalah bagian dari struktur Pemerintah yang lebih tinggi. Oleh karena itu ketika amanah pelaksanaan PUG harus dilakukan oleh pemerintah daerah, maka pemerintah desa sudah seharusnya juga memiliki kewajiban dan tanggungjawab untuk pelaksanaan PUG melalui strategi PPRG,” jelasnya

Hal ini sejalan dengan ditandatanganinya nota kesepahaman antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) pada bulan April 2019 tentang implementasi dan PUGPPRGDesa. RPJMDesa responsif gender menjadi tantangan untuk mencapai pembangunan daerah yang setara dan berkeadilan.

“Dalam proses dan hasilnya masih sangat terbatas/minim sekali proses yang merupakan wujud integrasi gender, termasuk keterlibatan masyarakat marginal yang ada di desa,” ungkapnya.

Sehingga, kata dia, permasalahan kesenjangan gender tidak pernah secara langsung tertangani melalui perencanaan penganggaran yang ada di desa. Hal inilah yang perlu dijembatani olh Fatayat NU Bawean sebagai salah satu organisasi perempuan yg mempunyai program dalam pemberdayaan serta advokasi terhadap perempuan dan anak.

“Ada banyak tantangan bagi desa untuk bisa menjamin proses dan hasil penyusunan RPJMDesa yang betul betul partisipatif dan responsif gender sesuai dengan amanah undang undang,” bebernya.

Salah satu tantangannya adalah kemampuan desa untuk menjaring aspirasi seluruh warganya tanpa terkecuali, selain karena waktu juga karena kemampuan dari tim penyusun RPJMDesa yang seringkali terbatas.

“Maka melalui Pelatihan Penyusunan Penganggaran Responsif Gender ini dapat membantu pemerintah desa dalam menyusun perencanaan Desa yang responsif gender, sehingga dapat mengurangi kesenjangan sosial yang ada di desa dan desa pun sejahtera,” ujar dia.

Dalam sambutan ketu PC NU Bawean, Fauzi Rauf memberikan apresiasi yang tinggi kepada Panitia Pelaksana dan semua yang terlibat dalam PPRG. Dan ucapan terimakasih kepada semua pihak atas tersenggaranya kegiatan sehingga secara keseluruhan pelaksanaan PPRG mulai dari konsep dan lain-lainnya, pesrta dapat melaksanakannya di lembaga masing-masing.

Kegiatan tersebut dilanjutkan sambutan, Abdul Azis selaku ketua Asosiasi Kepala Desa ( AKD ) menyampaikan ucapan terimakasih kepada PC Fatayat NU Bawean atas terselenggaranya kegiatan-kegiatan atau program-program Fatayat yang telah dilaksanakan sangat membantu Pemerintah Desa, karena kegiatan sifatnya terkait program-program gander saat ini mulai dirasakan berkurang, padahal semestinya keterlibatan perempuan dalam segala bentuk aspek pekerjaan menurut anjuran Pemerintah minimal tidak boleh kurang dari 30%. Kenyataan seperti halnya di dalam rapat jika kaum perempuan yang diundang untuk menghadiri rapat, kebanyakan tidak tahu apa yang akan diajukan dalam perencanaan penganggaran.

“Maka dari itulah perlu diadakan Bimtek seperti ini sesuai dengan ajaran, “carilah ilmu sejak dari buaian sampai ke liang lahat,” ungkapnya.

Di dalam kesempatan yang sama Kemas Syaiful Rizal, Kasi Ekonomi ( mewakili Camat Sangkapura )menyampaikan rasa bangga dan memberikan apresiasi terhadap Fatayat NU yang telah ikut serta dalam meningkatkan kemajuan dan pembangunan desa yang kompetitif.

” Begitu pentingnya kegiatan seperti ini sebagai cikal-bakal yang sudah dicapai oleh PC. Fatayat NU Bawean dengan terselenggaranya Pelatihan Penyusunan Perencanaan Penganggaran Responsif Gender ( PPRG ) oleh bidang hukum, politik dan advokasi PW Fatayat NU Jawa Timur,” pungkasnya.

Panitia pelaksanaan kegiatan, Indah Bunga Lestari menjelaskan bahwa Bimbingan Teknis di hari pertama dan kedua diisi dengan 6 materi, meliputi; Pembahasan Pengarus-utamaan Gender sebagai strategi pembangunan desa, konsep PPRG desa, Integrasi Gender dalam pelaksanaan pembangunan, kerangka pembinaan PPRG Desa, Pengawasan terhadap pelaksanaan PUG PPRG, praktik analisis anggaran, monitoring dan evaluasi.

PW Fatayat NU Jatim melalui Nur Khosi’ah selaku koordinator bidang advokasi, hukum dan politik sekaligus Tim Pendamping PPRG Kabupaten Gresik juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sebagai pintu pembuka untuk menggugah kita semua untuk bersama-sama memastikan bahwa dalam pembangunan di desa Responsif Gender ini, bisa menjawab kesenjangan Gender.

Beliau mengapresiasi kepada PC Fatayat NU Bawean atas penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini serta ucapan terimakasih terhadap AKD Sangkapura dan PBPD Kecamatan Sangkapura atas kesediannya untuk bekerjasama.

Lebih lanjut Nur khosi’ah berharap, Peserta akan dapat memahami secara keseluruhan pelaksanaan PPRG mulai dari konsep, pelaksanaan dan evaluasi evaluasi, sehingga segera dapat melaksanakannya di lembaga masing-masing.

Dari pantauan Awak Media Detikzone.net kegiatan Pelatihan PPRG Guna Meningkatkan Pembangunan Desa Kompetitif yang berlangsung selama 2 hari berjalan dengan sukses dan lancar.

Tinggalkan Balasan