Yuk Cicipi Rujak Dhulit Usaha Anak Yatim di Kalianget Barat, Enak Lho!

Foto: Demi mengais rejeki dan menopang perekonomian ditengah Pandemi, keluarga anak yatim di desa Kalianget Barat memilih jualan Rujak Dhulit.

SUMENEP, Detikzone.net -Bicara soal makanan khas Nusantara, rujak jadi salah satu kuliner yang nggak boleh terlewati. Sensasi rasa unik yang memanjakan lidah dan perut membuat makanan ini selalu menimbulkan efek nagih. Berbagai varian rujak pun bisa ditemukan di daerah berbeda, yang jadi ciri khas kuliner masing-masing daerah.

Kalau kebetulan lagi ngidam rujak di Sumenep, nggak perlu bingung untuk mencarinya. Yuk cicipi Rujak Dhulit khas Kalianget yang  siap menyajikan kreasi rujak khas kota Tua Kalianget yang dijamin punya rasa  juara.

Rujak Dhulit yang  satu ini adalah usaha anak yatim bersaudara, yakni Lilik Asura Nur Afiya, yang berlokasi di jalan Raya Kalianget sebelah timur masjid Babussalam atau berdekatan dengan  Kantor UPT Pendidikan di Dusun Kebun Kelapa RT.07/RW.03, Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep.

Foto: Pengunjung rujak Dhulit, usaha anak yatim di Kalianget Barat.

Harga satu porsi Rujak Dhulit tersebut  hanya  Rp. 7.000,- ( tujuh ribu rupiah ).

Selain Rujak Dhulit, tempat tersebut menyajikan masakan khas Madura lain yaitu soto kikil sapi dengan harga Rp. 8.000/porsi, dan es kelapa muda yang bisa menyegarkan tenggorokan Anda.

Tidak hanya itu, bermacam ragam aneka sosis yang banyak digemari oleh anak-anak juga tersedia.

Lokasi Rujak Dhulit itu berada di pinggir jalan raya Kalianget, sekaligus akses untuk tempat wisata Kota Tua, Pantai Gili Labak, ziarah makam Asta Yusuf dan akses lalu lalang masyarakat kepulauan dan daratan yang ingin ke kota Sumenep maupun ke kepulauan.

Tempatnya pun cocok untuk dijadikan sebagai persinggahan/peristirahatan sementara bagi para pengendara yang sedang melintas di area jalan raya Kalianget.

Fasilitas juga disediakan WiFi dan sound system  dan bisa digunakan untuk karaoke dan cocok dijadikan tempat  bersantai dan merilekskan pikiran disaat para masyarakat dan pengendara sedang selesai melakukan kegiatan aktivitasnya.

Dheny, mantan pemain orkes bersama istrinya terlihat asyik sedang menikmati suasana tempat tersebut sembari berkaraoke dengan didampingi istri tercinta yang sedang asyik makan Rujak Dhulit Lilik Asura Nur Afiya.

Saya ingin menghibur dan menemani istri yang sedang ngidam Rujak Dhulit ini, sambil melepaskan lelah sejenak saya berkaraoke,” ujar Dheny saat ditanya media, Minggu 13/2/2022.

Sementara, keterangan yang dihimpun media dari Lilik Asura Nur mengatakan bahwa usaha tersebut dilakukan demi untuk menyambung hidupnya dan mencukupi kebutuhan ke-3 adik-adiknya yang Yatim-piatu yang saat ini masih duduk di bangku sekolah.

Sejak ibu dan bapak saya tiada untuk selamanya dan kebutuhan adik-adik saya, sudah menjadi tanggungjawab saya sebagai saudara yang tertua, untuk kebutuhan tersebut saya mencukupi dengan berjualan seperti ini,” ujarnya dengan penuh harapan perhatian dari Pemerintah, Minggu 13/2/2022.

Mereka bersaudara yang tidak memiliki kedua orang tua nampak kompak saling bekerjasama berjuang dan bekerja keras untuk menjalani hidupnya ditengah  pandemi Covid-19 ini.

Semua itu dilakukan demi menyambung hidup juga demi sesuap nasi.

Anak yatim bersaudara tersebut berharap agar ada campur tangan pemerintah Kabupaten Sumenep maupun Pemerintah desa setempat sehingga usahanya bisa berkembang.

Peran serta dari pihak Pemerintah yang dimaksud adalah untuk memberikan bantuan sumbangan modal, memberikan program-program kewirausahaan dan program Bumdes juga harus berperan.

Jangan sampai anggaran desa yang dialokasikan untuk Bumdes hanya dipergunakan oleh kepentingan pribadi oknum saja.

Tinggalkan Balasan