Tenaga Honorer Coreng Puskesmas Pasean, Minta Uang Administrasi Pasien BPJS di Rumah

Foto: Puskesmas Pasean

Pamekasan, Detikzone.net- Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) diwajibkan mendapatkan pelayanan yang baik dari tenaga medis yang mengabdi difasilitas kesehatan yang sudah bekerja sama dengan BPJS, seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS), Klinik, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan fasilitas fasilitas lainnya.

Kendati begitu, tidak semua tenaga medis memberikan pelayanan ekstra terhadap pasien, seperti yang dilakukan oleh seorang tenaga honorer yang bekerja di Puskesmas Pasean, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan berinisial A.

Oknum tersebut terkesan sudah mencoreng nama baik Puskesmas Pasean karena  meminta  dana administrasi pasien BPJS  di rumah pasien bernama Saladin, warga dusun Topoh, desa Batukerbuy, Kecamatan Pasean.

Padahal selama beberapa tahun, Pelayanan Puskesmas Pasean selalu dipuji oleh masyarakat dari berbagai elemen, baik dari Kecamatan setempat maupun dari luar Daerah.

Adanya fenomena tersebut, memantik kepedulian dan respon dari masyarakat setempat bernama Syaiful.

Terkenal peduli lingkungan dan masyarakat, Syaiful, sapaan karib pria asal Dusun Topoh, desa Batukerbuy, Kecamatan Pasean  menceritakan kronologis si Pasien hingga terjadinya dugaan pungli tersebut.

Pada hari sabtu (5/2) malam, saudara Saladin yang sakit minta tolong untuk didampingi ke Puskesmas, sesampainya di Puskesmas, pasien langsung ditangani rawat inap. Namun setelah pukul 12.00 wib siang, kondisinya tambah parah dan keluarganya  meminta untuk dirujuk ke RSUD Pamekasan namun salah seorang perawat yang bertugas menyuruh agar keluarga pasien menunggu kedatangan dokter dan sopir ambulannya masih mau di telepon,” ujarnya.

Namun karena kondisi pasien kritis, lanjut Syaiful, pihaknya bersama keluarga pasien langsung membawanya ke RSUD Pamekasan

Karena sudah hasil kesepakatan bersama dengan keluarga, tanpa menunggu dokter dan ambulan langsung kami bawa ke RSUD dengan mobil pribadi tanpa membawa surat rujukan. Sesampainya di RSUD langsung ditangani hingga kemudian setelah dioperasi, pasien sehat dan pulang ke rumah,” beber Syaiful.

Setelah Pasien Pulang dari RSUD,
oknum perawat Puskesmas Pasean berinisial A datang ke rumah pasien meminta uang administrasi kepada pasien BPJS yang dengan memperlihatkan nota senilai Rp 460.000,- namun notanya tidak diberikan meskipun diminta.

Adanya penagihan tersebut pihak keluarga Pasien menghubungi saya, hingga sayapun memutusakan untuk bayar langsung ke Puskesmas pada hari senin dengan biaya Rp. 137.000 (seratus tiga puluh tujuh ribu rupiah ) ,” terang Syaiful.

Syaiful mempertanyakan, atas dasar apa oknum Puskesmas tersebut melakukan penagihan sebesar Rp. 460.000.

Uang tagihan dengan nominal tersebut atas perintah dan tanda tangan siapa? orang awam kok mau dijadikan obyek penipuan. Saya menduga oknum perawat tersebut punya itikat kurang baik dan hal itu sangat mencoreng nama baik  Puskesmas Pasean,” terang Syaiful kepada Detikzone.net.

Atas nama keluarga Pasien, Secara tegas Syaiful meminta kepada Puskesmas Pasean agar memberlakukan sangsi kepada oknum tersebut.

Sudah salah masih berkilah, dan saya merasa keberatan dengan bahasa oknum perawat tersebut ketika dihubungi via telepon seluler,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pasean, Nuhayatun, memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait penagihan administrasi dan prilaku salah satu perawatnya berinisial A yang meminta uang administrasj sebesar Rp. 460.000.

Ketika pasien BPJS dirawat di Puskesmas Pasean belum sampai 1×24 jam wajib menyelesaikan administrasi dan dianggap Pasien umum. Namun terkait perawat saya yang meminta uang administrasi ke rumahnya pasien itu diluar tanggung jawab kami karena diluar prosedur. Atau saya konfirmasi dulu mas kepada yang bersangkutan. Kalau benar adanya, dia harus bertanggung jawab atas prilakunya sendiri, karena pasien  wajib dilayani dengan baik , dan ini akan menjadi kajian di internal kami” tegas perempuan yang  hampir dua tahun menjabat sebagai Kepala Puskesmas Pasean tersebut.

Tinggalkan Balasan