Dewan PKB Minta Pemdes Lebak Akomodir Nenek Sebatangkara Untuk Dapatkan Bansos

  • Bagikan

Sangkapura, Detikzone.net- Selasa sore, 1 Pebruari 2022, anggota DPRD Dapil Bawean dari FPKB Bustami Hazim, mengunjungi nenek Marliyah atau Mbok Mar. Nenek yang sempat ramai diberitaksn di grup-grup WAG karena diberitakan hidup sebatangkara.

Didampingi Sekdes Lebak dan Ketua RT setempat, Bustami Hazim datang langsung mengunjungi tempat tinggal Mbok Mar. Di sana memang didapati beliau menempati tempat tinggal yang memang kurang layak.
Menurut keluarga dan tetangga setempat, Mbok Mar memang dari dulu hidup sendirian tidak pernah bersuami. Beliau hidup dan tinggal bersama dengan beberapa kerabat maupun saudaranya secara bergantian.

Namun sejak beberapa tahun terakhir terutama sejak kakak beliau meninggal dunia. Mbok Mar ini tinggal terpisah dengan rumah induk yg dulu beliau tinggal bersama kakaknya.

Beliau saat ini menempati ruangan seluas kurang lebih 3 X 2 Meter tepat di Pekarangan belakang rumah yang dulu beliau tinggal bersama kakak beliau yang sudah meninggal dunia.

“Saat saya berkunjung ke sana ternyata nenek Mar ini sudah punya administrasi kependudukan,” Ujar Bustami Hazim.

Selanjutnya Dewan yang juga berasal dari desa Lebak mengetahui Mbok Mar sudah punya KK dan KTP ( yang sebelumnya selama bertahun-tahun tidak memiliki KK dan KTP ), minta pihak Pemerintah desa Lebak segera memasukkan beliau sebagai warga yang berhak mendapat bantuan karena masuk sebagai warga tidak mampu.

Sementara saat Awak Media mengkonfirmasi ke pihak desa perihal nenek Marliyah yang sudah punya KK dan KTP, pihak desa telah mendata dan sudah memasukkan beliau sebagai salah satu warga yang akan menerima bantuan tahun anggaran 2022.

Fadal Kades Lebak menyampaikan bahwa bu marliyah telah didaftarkan dokumen kependudukan oleh Pemerintah desa pada tahun 2020 dan baru cetak KK dan KTP di tahun 2021 melalui program jemput bola kependudukan gresik.

“Sebelumnya beliau sama sekali tidak memiliki KK dan KTP. Kesulitannya adalah karena beliau tergolong warga dengan keterbelakangan mental sehingga perlu penanganan khusus,” tutup Kades Lebak.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan