Sisir Ponpes Bersama Empat Pilar Kecamatan Pragaan Lakukan Fogging 

Foto: Kapolsek Prenduen Pimpin kegiatan Fogging

Sumenep, Detikzone.net-Empat pilar Kecamatan Pragaan melakukan fogging atau pengasapan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amien Tegal Desa Prenduan, Kecamatan setempat.

Sebelum pengasapan dilakukan, digelar apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Prenduan, didampingi Komandan Rayon Militer (Danramil) Pragaan, Kepala Desa Prenduan, unsur pengurus Ponpes Al-Amien Tegal, serta para petugas pengasapan dari Puskesmas Pragaan.

Dalam apel kesiapan tersebut, Kapolsek Prenduan AKP Achmad Supriyadi, SH, MH, mengatakan, fogging dilakukan dalam rangka pencegahan penyakit demam berdarah yang sedang menjangkiti warga Desa Prenduan.

“Sisir semua yang menjadi tempat berkembangnya nyamuk, kamar mandi, kamar tidur santri, dan tempat kumuh lainnya. Setelah di Ponpes Al-Amien Tegal kita langsung bergeser ke Ponpes Zainul Ibad,” kata Kapolsek Prenduan saat memimpin apel kesiapan fogging, Kamis (27/01/2022).

Pihaknya menyatakan bahwa waktu yang tepat untuk melakukan fogging adalah di pagi hari, karena nyamuk Aedes aegypti aktif pada waktu tersebut. 

Seperti di musim hujan, nyamuk kerap bersarang dan bermanuver lebih aktif untuk menggigit manusia.

“Jika tidak dilakukan pada waktu yang tepat, nyamuk bisa saja menjadi kebal terhadap insektisida,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pragaan, H. Abd. Azis mengungkapkan, tujuan kegiatan fogging ini adalah satu upaya untuk mencegah terjadinya demam berdarah dengue atau DBD di wilayah Kecamatan Pragaan.

“Ini penyemprotan insektisida untuk membunuh nyamuk, sebagai upaya mencegah penyakit yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk, misalnya demam berdarah atau malaria,” ungkapnya saat penyemprotan berlangsung di Ponpes Al-Amien Tegal.

Ia menambahkan, faktor utama penularan penyakit demam berdarah ini adalah nyamuk spesifik Aedes Aegypti yang dapat bertelur di tempat basah dan di mana saja, meski tempat itu sangat kecil. 

“Nyamuk ini dapat ditemukan di tumpukan sampah ataupun genangan air. Telurnya juga dapat bertahan di tempat yang kering dalam jangka waktu yang panjang, bahkan hingga satu tahun dan menetas saat terendam kembali dalam air,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan