Support Budidaya Pisang Cavendish, Pemkab Sumenep Hadir di Pasongsongan

Foto: Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultural dan Perkebunnan (Dispertahutbun) , Arif Firmanto, S.PT, M.Si bersama rombongan saat meninjau lahan Budidaya Pisang Cavendish di desa Pasongsongan .

SUMENEP, Detikzone.net- Budidaya Pisang Cavendish di Desa Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep kini benar adanya, pisang yang lebih familiar kita kenal dengan pisang Ambon ini ditanam di sebuah lahan milik warga setempat dengan luas tanah sekitar 1 Ha, dan diisi sebanyak 1.392 bibit pohon pisang Cavendish.

Luas lahan yang dimiliki oleh salah seorang warga mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, sehingga pada hari Minggu (23/01/22), Arif Firmanto, S.PT, M.Si, selaku kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultural dan Perkebunan bersama dengan Sekretaris Daerah, Ir. Edy Rasyadi, M.Si datang ke lahan warga untuk mengecek keberadaan tanah di desa Pasongsongan.

Saat diwawancarai oleh awak media, Arif Firmanto, S.PT, M.Si, menyampaikan kedatangannya ke desa Pasongsongan untuk melihat lahan yang ditanami pisang Cavendish oleh warga.

“Kedatangan kami ke lahan milik warga yang dikelola oleh Zainal Fatah ini untuk melihat kepastian lahan dan prospek pertumbuhannya. Cocok atau tidak dengan kultur tanah yang ada di sini, selain itu Pasongsongan masih termasuk wilayah kami dan dalam tanggung jawab kami,” ujar Arif Firmanto.

Lebih jauh Kadis Pertanian berujar, “Kalau Budidaya pisang Cavendish ini menuai hasil yang signifikan kenapa tidak kita programkan kembali di tahun anggaran 2022 sebagai kelanjutan rancangan program di tahun 2021 kemaren, guna mengembangkan dan mempromosikan pisang Cavendish yang go Nasional bahkan Internasional sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh para petani, agar para petani kita semakin sejahtera,” tandasnya.

Sementara itu, Ir. Edy Rasyadi, M.Si, pemegang jabatan sebagai Sekretaris Daerah (SEKDA) Kab. Sumenep menyampaikan dukungannya kepada para petani pisang Cavendish.

“Kebetulan saya pulang ke Pasongsongan dan mendengar adanya tanaman pisang Cavendish di lahan yang cukup luas, jadi saya melihat juga bersama kepala Dinas Pertanian, kebetulan pengelolanya masih famili dari keluarga saya, siapa tahu bisa dikembangkan oleh pemerintah kabupaten Sumenep,” Jelasnya.

Adapun komentar dari pengelola lahan Budidaya Pisang Cavendish, H. Zainal Fatah saat diminta keterangannya menyampaikan bahwa ide dari menanam pisang cavendish ini diperoleh dari salah seorang temannya di daerah Pamekasan.

“Awalnya saya melihat perkembangan kebun pisang Cavendish di daerah Pamekasan yang kebetulan milik teman saya, akhirnya saya tertarik dan konsultasi dengan Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Pasongsongan tentang lahan ini, apakah cocok jika ditanam pisang Cavendish atau tidak, akhirnya BPP turun dan mengecek tanah dan alhamdulillah hasil sesuai harapan, sehingga di pertengahan Desember nanti saya akan melakukan penanaman kembali dan bekerja sama dengan pihak rekanan yang saya jalin sebelumnya,” ungkapnya.

Selain itu, suksesnya penanaman Pisang Cavendish tersebut tidak terlepas juga dari pihak rekanan PT. NAB LANCENG MADURE yang ikut serta hadir beserta rombongannya di lahan perkebunan Budidaya pisang Cavindish Pasongsongan yang dikelola H. Zainal Fatah secara mandiri untuk melakukan survey pertumbuhan karena sampai panen dan pemasarannya merupakan tanggung jawab NAB.

“Kerjasama kami dari NAB Lanceng Madure tidak hanya pada awal penanaman bibit saja, akan tetapi kerjasama kami dari awal penanaman, waktu panen, bahkan sampai pada tingkat pemasarannya, dan kami beli dengan bayar di tempat,” tegas Ipung Alfahrobi.