Bertema Temuan Dana Desa dan Akar Masalah, IKDT Gelar Kuliah Kampong di Desa Sayoang

Foto: Pembentukan Pengurus Ikatan Komunitas Desa Togale ( IKDT ) gelar kuliah Kampong tingkat desa di Desa Sayoang Kecamatan Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan.

Halsel, Detikzone.net-Ikatan Komunitas Desa Togale, Kabupaten Halmahera Selatan yang dinakhodai oleh Dr. Iksan Subur Karamaha mengatakan bahwa tetap berkomitmen dengan pelaksanaan terhadap seluruh program kerja IKDT yang telah disepakati pada saat deklarasi.

Pelantikan dan rapat kerja yang dilaksanakan pada tanggal 18 Desember tahun 2021 yang lalu. Ada dua midel pembentukan IKDT tingkat desa yang dapat dilakukan, yaitu mengumpulkan beberapa desa terdekat yang dinilai efektif dan efisien untuk dilaksanakan pada satu (1) titik, dan mendatangi secara langsung di setiap desa secara satu persatu.

“Pada hari ini adalah desa Sayoang yang dapat dibentuk pengurus IKDT tingkat desa dan sekaligus memberikan kuliah kampung dengan memilih isu-isu kekinian, opini yang bermunculan serta fakta yang terjadi terkait dengan temuan dana desa yang menimpa sekian banyak desa di kabupaten Halmahera selatan oleh hasil pemeriksaan pihak inspektorat Halsel,” ujarnya.

Foto: Ketua Umum IKDT

Hadirnya IKDT di tingkat desa, kata dia,  bertujuan sangat memberikan multi fungsi serta memberikan player efek yang besar karena kehadiran IKDT di tingkat desa sebagai rumah gagasan disetiap desa yang berbasis komunitas Togale.

“Tema kuliah kali ini menjadi perhatian publik, terutama pada komunitas masyarakat desa-desa di kabupaten Halmahera selatan,” ungkapnya.

“Tentunya, sebagai paguyuban yang berlebel desa akan pasti mengalami kegelisahan untuk mencermati dan mencari serta mengetahui akar permasalahan yang dialami disetiap desa itu sendiri,” imbuh mantan kepala DPMD Halsel.

Dalam acara pembentukan IKDT di desa sayoang ini,  Iksan mengatakan bahwa ada beberapa akar masalah yang menyebabkan temuan dana desa yaitu :

1) sumber daya manusia aparatur pemerintahan desa yang sangat rendah baik aparatur desa maupun anggota BPD.

2). Belum sinergisnya antara pemerintah desa dan BPD sebagai fungsi control.

3) keterlibatan masyarakat sebagai stakeholder pembangunan desa yang masih rendah pula.

4) pengetahuan laporan pertanggungjawaban secara administrasi yang sangat lemah yang membuat lambannya pembuatan laporan keuangan.

5). Pengawasan dan monev dinas terkait secara kuartal yang masih lemah yang diakibatkan belum maksimalnya ketersediaan dana. 

“5 point ini yang menjadi akar masalah yang tidak terpenuhi dan tidak dijalankan oleh masing-masing pihak secara fungsional maupun struktural,”  bebernya.

“Kelima (5) akar masalah ini harus dirumuskan secara terpadu oleh pihak-pihak yang berkompeten tentang desa guna mendapatkan konsep penyelesaian secara komprehensif dan terintegrasi,” tambahnya.

Dengan demikian, ucap dia, maka para penyelenggara pemerintahan di desa merasa bersehati, bersinergi dan bersama, serta merasa aman dan nyaman dalam pengelolaan pembangunan desa dan pengelolaan keuangan desa sehingga terhindarlah yang namanya temuan keuangan desa dan pembangunannya langsung dirasakan oleh setiap komunitas masyarakat desa.

Iksan berharap dengan kehadiran IKDT ditingkat desa ini, komunitas masyarakat desa selalu mendapat suplai suplemen gagasan yang bergizi.

“Karena suplemen gagasan dan pengetahuan menjadi alat penting dalam berpikir untuk menentukan masa depan desanya yang lebih baik. Karena itu, pentingnya pembentukan IKDT tingkat desa terus dibentuk sebagai wujud amanah konstitusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa termasuk mencerdaskan kehidupan di desa-desa komunitas togale melalui kegiatan kuliah Kampong,” tukasnya.

Selain itu, pembentukan IKDT tingkat desa di desa sayoang pada malam ini adalah menjalankan visi dan misi utama IKDT Kabupaten untuk menuju komunitas desa-desa togale yang senyum.

“Salah satunya melalui kegiatan kuliah kampong yang menjadikan IKDT sebagai rumah gagasan di tingkat desa. Kegiatan kuliah kampung dengan tema tersebut di atas menggambarkan pula bahwa IKDT sebagai mitra kerja pemerintah daerah,” terang dia.

Menurutnya, Hal ini tersebut diungkapkan oleh bupati Halmahera selatan H. Usman Sidik selaku ketua dewan kehormatan IKDT pada acara sambutan deklarasi, pelantikan raker IKDT.

“Bupati kita pada waktu itu menegaskan bahwa setiap paguyuban maupun organisasi nasional dapat memberikan masukan dan solutif untuk pemerintah daerah walaupun pahit,” tandas Ketum IKDT.

Tinggalkan Balasan