Pernyataan Sikap Aliansi Mahasiswa Sikka Terkait Persoalan Tanah HGU di Kabupaten

Kota Kupang, Detikzone.net, Polemik persoalan tanah HGU di Kabupaten Sikka bagian Timur masih menuai kontroversi. Persoalan ini memanas ketika Aparat Keamanan melakukan pemasangan pilar pada tanggal 18 Januari 2022 kemarin. Kejadian ini bermula dari datangnya beberapa aparat keamanan yang difasilitasi oleh pihak Pt. Krisrama untuk melakukan penanaman pilar batas tanah lokasi HGU Patiahu.

Masyarakat Adat menolak pemasangan Pilar di lokasi tanah HGU tersebut karena bagi mereka pemasangan pilar tersebut tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu, sehingga pilar yang sudah dipasang oleh pihak Pt. Krisrama dicabut kembali oleh masyarakat. Bentrokan pun sempat terjadi hingga salah satu masyarakat Adat dipukul oleh seorang aparat TNI.

Menurut masyarakat, sebelum pemasangan pilar harus terlebih dahulu mengkonfirmasi dengan mereka karena ada satu dua hal yang didiskusikan terlebih dahulu.

Menanggapi persoalan ini, Aliansi Mahasiswa Sikka yang ada di Kota Kupang langsung mengambil sikap secara aliansi dengan melibatkan enam organisasi Mahasiswa serta beberapa individu-individu Mahasiswa dan pemuda yang tidak tergabung dalam organisasi mana pun.

Aliansi ini dinamakan Aliansi Mahasiswa Sikka yang didalam-Nya terdiri dari enam organisasi Mahasiswa, diantara-Nya adalah Permasi Kupang, Gepsi Kupang, Permata Kupang, Kemmas Kupang, Bom Kangae, Forpeme Kupang serta keterlibatan dari individu-individu Mahasiswa yang turut prihatin dengan persoalan ini.

Setelah diskusi bersama selama dua malam secara berturut-turut Aliansi Mahasiswa Sikka bersepakat untuk membuka ruang dialog bersama dengan melibatkan beberapa pihak-pihak terkait yang diantara-Nya adalah pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka, Pt. Krisrama/Kristus Raja Maumere, Masyarakat Adat dan Pihak Akademisi Hukum Undana.

Dialog ini akan dilakukan melalui via zoom dengan membuat siaran langsung jalannya dialog publik ini lewat media-media online yang ada seperti Facebook, Youtube dan lain-lain agar bisa disaksikan oleh publik secara langsung.

Tetapi sayangnya hanya sebagian pihak saja yang sepakat untuk berdialog bersama, sedangkan pihak Pt. Krisrama dan Pihak Pemerintah Daerah Sikka hanya memberikan berbagai alasan.

Sejarah telah mencatat bahwa sudah bertahun-tahun masyarakat adat berjuang, namun tidak ada keterangan dengan titik terang yang jelas dari pihak manapun.

Berbagai macam aksi protes dan perlawanan dari masyarakat adat telah dilakukan namun tidak ada tanggapan dari pihak manapun. Sudah sekian lama masyarakat berjuang.

Dinding penjara sudah bagaikan rumah mereka. Keluar masuk penjara adalah hal biasa bagi mereka hanya untuk memperjuangkan tanah mereka. Solidaritas terus dan kekompakan dari beberapa suku terus dibangun.

Dengan latar belakang yang sederhana tetapi mereka terus berjuang, akhirnya aspirasi mereka sampai pada tingkat Pemerintahan Pusat. Tetapi tetap saja tidak ada resolusi konkrit bagi mereka. Kisah sengketa tersebut masih terus bergulir dan berjalan, berjalan mencari titik terang yang jelas.

Mencari titik terang sebuah persoalan demi mencapai tujuan kepuasan bersama sepertinya agak rumit dan sulit untuk dilalui. Sampai kapankah semuanya ini berakhir dalam suasana yang aman, damai dan memuaskan bagi semua pihak? Cara apalagi lagi yang harus mereka lakukan?

Masyarakat akan terus berjuang karena bagi masyarakat tanah adalah sumber kehidupan pokok bagi mereka. Tanah adalah ibu yang melahirkan semua yang hidup dan mempersatukan semua ciptaan. Masyarakat adat tradisional percaya bahwa dengan memelihara tanah pusaka mereka bisa hidup “Tana amin moret amin”.

 Aliansi dari beberapa Organisasi Mahasiswa Sikka di Kota Kupang terus berupaya untuk membuka ruang dialog. Berbagai lobi dan negosiasi telah dilakukan.

Aliansi Sikka tidak membela pihak mana pun atau memojokkan siapa pun. Yang diinginkan hanyalah kedamaian tanpa ada hal-hal yang tidak diinginkan serta kebermanfaatan tanah bagi masyarakat di kemudian hari.

Kenapa konsep ini tidak diindahkan? Ada apa dibalik semua ini? Kenapa banyak alasan menghalangi semua tujuan baik ini?

Jika upaya ini tidak berhasil maka cara lain akan dilakukan Aliansi Sikka adalah dengan mengorganisir massa untuk melakukan aksi demonstrasi perlawanan.

Aliansi Sikka akan mempertanyakan, ada apa dibalik pihak PEMDA SIKKA dan Pihak Pt. Krisrama.

 

Tinggalkan Balasan